5 Cara Menyampaikan info bencana tanpa panik

  • 11 Feb 2026 09:04 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Di tengah tingginya potensi bencana alam di Indonesia, cara penyampaian informasi kebencanaan menjadi faktor krusial dalam menentukan respons masyarakat. Rabu(11/Februari/2026)

Komunikasi yang salah tidak hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga dapat menghambat proses evakuasi dan berpotensi menimbulkan korban tambahan.

Ahli komunikasi krisis menekankan bahwa dalam situasi darurat, informasi harus disampaikan dengan tenang, berbasis data, konsisten, dan terstruktur agar masyarakat tetap waspada tanpa rasa takut berlebihan.

Berikut adalah panduan menyampaikan info bencana tanpa panik:

1. Sampaikan Informasi Berbasis Data (Faktual)
Hindari spekulasi atau bahasa bombastis. Gunakan data dari otoritas resmi seperti BNPB, BMKG, atau BPBD setempat. Informasi yang jelas mengenai lokasi, dampak, dan perkiraan situasi akan lebih menenangkan daripada rumor yang simpang siur.


2. Fokus pada Tindakan (Action-Oriented)
Alih-alih terus-menerus menonjolkan kerusakan, komunikasikan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat. Misalnya, daripada berkata "Rumah hancur total!", lebih efektif menyampaikan, "Tim evakuasi sudah di lokasi, harap warga mengikuti jalur evakuasi menuju titik aman di gedung pertemuan".


3. Gunakan Bahasa yang Tenang dan Empatik
Penyampai informasi (relawan, aparatur, atau media) harus menunjukkan empati namun tetap terlihat tegar. Suara yang tenang membantu menurunkan tingkat kepanikan warga yang terdampak langsung.


4. Hindari Penyebaran Hoaks
Pastikan informasi yang dibagikan sudah terverifikasi. Panik sering terjadi karena informasi palsu yang beredar cepat di media sosial.


5. Manfaatkan Kanal Informasi Resmi
Gunakan media sosial resmi atau sistem peringatan dini televisi digital yang terpasang sesuai wilayah, agar masyarakat mendapatkan informasi yang seragam dan valid.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dan media dalam menyebarkan informasi yang akurat untuk mengurangi risiko dampak bencana.

Dengan strategi komunikasi yang terencana, informasi bencana akan menjadi alat mitigasi yang efektif, bukan pemicu kebingungan di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....