Malam Renungan, Bupati Tarmizi: Jangan Jadi Penerus Pengkhianat
- 10 Feb 2026 13:03 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan malam renungan Syahid Pahlawan Nasional Teuku Umar di Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin 9 Februari 2026 malam. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah.
Tampak hadir Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, Wakil Bupati Said Fadheil, SH, Pelaksana Tugas Sekda Aceh Barat dr Kurdi, serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perjuangan Teuku Umar sebagai inspirasi dalam kehidupan dan pengabdian saat ini.
“Dulu para pahlawan mengorbankan nyawa. Sekarang kita hanya mengorbankan pikiran dan harta untuk masyarakat sebagai penerus perjuangan Teuku Umar,” ujar Tarmizi.

Ia menegaskan bahwa dalam sejarah perjuangan selalu ada sosok pahlawan yang dikenang, namun juga ada pengkhianat yang tercatat sebagai pihak yang mengakhiri perjuangan tersebut.
“Dalam sejarah Teuku Umar, ada pahlawan yang dikenang dan ada pengkhianat yang tercatat membunuh pahlawan. Kalau tidak bisa menjadi penerus pahlawan, maka jangan jadi penerus pengkhianat,” tegasnya.
Bupati Tarmizi juga mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, tentang pentingnya mengingat sejarah.
“Sukarno menyatakan Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah Aceh sudah mulai luntur. Nilai-nilai sejarah harus kita gerakkan kembali sehingga generasi muda paham dan tahu,” katanya.
Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus terus dilanjutkan meski tantangan zaman berbeda. Jika dahulu musuh mudah dikenali, kini tantangan semakin kompleks.
“Dulu mudah mengenali musuh. Sekarang kita tidak tahu siapa musuhnya. Perjuangan hari ini justru lebih berat dan lebih kuat,” ujarnya.
Melalui malam renungan tersebut, Tarmizi berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari jasa dan perjuangan Teuku Umar serta memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan dalam membangun Aceh Barat ke depan.
Kegiatan malam renungan semarak karena ditutup dengan teater penampilan drama kolosal siswa SMPN 3 Aceh Barat. Mengisahkan peristiwa syahid Teuku Umar tertembak serdadu Belanda pada 11 Februari 1899 atau 127 tahun lalu di lokasi itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....