Bertahun-tahun, Anak-Anak Desa Sipot Naik Perahu Menuju Sekolah

  • 06 Feb 2026 23:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh - Anak-anak Desa Sipot, yang menempuh pendidikan di MIN 14 Aceh Barat, Desa Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur, hingga kini masih menggunakan perahu sebagai jalur alternatif menuju sekolah. Otangtua siswa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terkait akses penyeberangan menuju sekolah anak-anak yang sudah bertahun-tahun.

"Selama ini, para siswa harus menyeberangi sungai menggunakan perahu sampan yang dinilai berisiko terhadap keselamatan," ujar Rasnianti, warga Desa Sipot yang setiap hari juga mengajar di sekolah tujuan anak-anak itu, Jum'at 6 Februari 2026.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat debit air sungai meningkat dan arus menjadi deras. Akibatnya, anak-anak kerap tidak dapat menyeberang dan terpaksa tidak masuk sekolah, sehingga proses belajar mengajar terganggu.

Rasniyanti warga Desa Sipot yang juga merupakan tenaga pengajar pendidikan di Kecamatan Woyla Timur. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap keselamatan anak-anak yang setiap hari harus mempertaruhkan nyawa demi mengenyam pendidikan.

“Jika air sungai deras, anak-anak tidak bisa menyeberang. Ini sangat membahayakan keselamatan mereka dan tentu saja mengganggu proses belajar,” ujarnya

Selain berharap pembangunan jembatan gantung permanen, masyarakat Desa Sipot juga meminta adanya solusi sementara berupa sarana transportasi penyeberangan yang lebih layak. Menurut Rasniyanti   perahu yang digunakan saat ini sudah tidak aman sehingga sangat dibutuhkan bantuan perahu penyeberangan yang lebih layak  sesuai, serta sefty jaket pelampung untuk menunjang keselamatan anak-anak.

“Kami sangat membutuhkan perahu penyeberangan yang layak dan jaket pelampung sebagai solusi sefty sementara, sambil menunggu pembangunan jembatan,” tambahnya.

Rasniyanti menegaskan bahwa akses pendidikan yang aman merupakan hak setiap anak dan sudah sepatutnya menjadi perhatian kepedulian pemerintah. Ia berharap aspirasi masyarakat Desa Sipot dapat segera ditindaklanjuti berbagai pemangku kebijakan dari perintah daerah,provinsi dan pemerintah pusat  demi keselamatan dan masa depan generasi penerus.

“Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi, baik melalui pembangunan jembatan maupun bantuan alat keselamatan, agar anak-anak bisa bersekolah dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....