UTU Berangkatkan Mahasiswa Berdampak Bencana ke Aceh Tengah

  • 01 Feb 2026 13:31 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi memberangkatkan Tim Mahasiswa Berdampak Bencana ke Kampung Waq Toweren (Toweren Musara), Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (31 Januari 2026. Tim tersebut merupakan salah satu peserta yang lolos dalam Program Mahasiswa Berdampak Bencana yang digagas Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemensaintek Dikti).

Tim yang diberangkatkan berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UKM PK UTU) dengan mengusung program bertajuk “Bersama Sumang, Bangkit Menuju Desa Tangguh Bencana.”Tim ini terdiri atas dua dosen pendamping, satu tenaga ahli, serta 50 mahasiswa aktif yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama 30 hari di lokasi terdampak bencana.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengabdian, tim menyempatkan diri singgah di Desa Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, untuk menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai kepada warga. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan masyarakat setempat kepada UTU guna memenuhi kebutuhan pascabencana.

Kedatangan tim di Desa Melala disambut hangat oleh warga, termasuk Reje Kampung dan keluarga Ibu Khasnawati. Ia mengungkapkan bahwa rumahnya sempat menjadi tempat singgah sekitar 100 relawan dari berbagai unsur, seperti Basarnas, komunitas off-roader, serta mahasiswa, saat bencana melanda wilayah tersebut.

Ketua Tim Mahasiswa Berdampak UTU, Irsadi Aristora, menyampaikan salam dari Rektor Universitas Teuku Umar kepada masyarakat dan Reje Kampung. Ia menjelaskan, Rektor UTU belum dapat hadir secara langsung karena tengah menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana lainnya, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Bireuen.

“Semoga bantuan titipan dari masyarakat yang kami salurkan hari ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban warga pascabencana,” ujar Irsadi, Minggu, 1 Februari 2026.

Selama berada di Kampung Waq Toweren, tim Mahasiswa Berdampak UTU akan melaksanakan sejumlah program pengabdian masyarakat, meliputi penyediaan sarana air bersih, penyusunan dokumen kontinjensi bencana kampung, pelaksanaan Sekolah Bencana, pembentukan Kampung Siaga dan Tangguh Bencana, serta pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani mitra. Seluruh program tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kemensaintek Dikti.

Tim berangkat dari Kampus Universitas Teuku Umar pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 10.12 WIB melalui jalur Beutong Ateuh Banggala dan tiba di Kampung Waq Toweren pada pukul 22.05 WIB. Kedatangan tim disambut langsung oleh Reje Kampung Waq Toweren, Abdul Habir, bersama kelompok mitra penerima manfaat.

Dalam pertemuan perdana, Abdul Habir menegaskan kesiapan masyarakat Kampung Waq Toweren untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan Mahasiswa Berdampak selama pelaksanaan program berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian mahasiswa dalam menjalankan aktivitas pengabdian di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....