Petugas Museum Aceh Perawatan Batu Nisan Bersejarah
- 31 Jan 2026 02:06 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID Banda Aceh : Museum Aceh melakukan pembersihan dan perawatan batu nisan bersejarah yang berada di pekarangan museum sebagai bagian dari upaya pelestarian koleksi cagar budaya, Jumat 30JANUARI 2026.
Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi fisik batu nisan agar tetap terawat serta terhindar dari kerusakan akibat faktor alam.
Petugas konservasi Museum Aceh, Hendry Marviza, mengatakan bahwa batu nisan yang dirawat tersebut berasal dari era Kesultanan Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh Darussalam. Batu-batu nisan ini merupakan koleksi museum yang dipajang sebagai artefak sejarah, bukan merupakan makam atau lokasi pemakaman.
“Batu nisan ini dipindahkan dan ditata sebagai koleksi untuk kepentingan edukasi dan pelestarian sejarah. Jadi yang dirawat adalah artefaknya, bukan makam,” ujar Hendry.
Ia menjelaskan bahwa perawatan batu nisan merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan nilai sejarah, epigrafi, dan informasi budaya yang terkandung di dalamnya. Batu nisan dari periode tersebut memiliki ciri khas ornamen dan tulisan yang menjadi penanda perkembangan peradaban Islam di Aceh.
Pada tahap konservasi diawali dengan pembersihan permukaan batu menggunakan metode yang aman tanpa bahan kimia keras. Selanjutnya dilakukan penghilangan lumut dan mikroorganisme secara manual, serta pemantauan kondisi batu untuk mencegah terjadinya kerusakan lanjutan.
Seluruh proses konservasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keaslian, sebagai bagian dari upaya pelestarian koleksi cagar budaya agar artefak bersejarah tersebut tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....