Dinas PUPR Aceh Lakukan Terobosan Akses Jalan Pulopaya–Trumon
- 28 Jan 2026 21:46 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID Tapaktuan : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh terus melakukan upaya pengendalian dan penanganan terobosan akses jalan provinsi yang terdampak bencana banjir dan longsor.
penanganan difokuskan pada ruas Jalan Pulopaya–Trumon–Batas Kabupaten Aceh Singkil, yang merupakan salah satu jalur vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah pesisir selatan Aceh.
tim PUPR Aceh melakukan survei terhadap sejumlah jembatan yang mengalami putus total, masing-masing di STA 52+550, STA 54+525, dan STA 54+900 dan Jembatan tersebut meliputi Jembatan Keutapang II, Jembatan Ketapang III, dan Jembatan Wak Rege. Untuk menjangkau lokasi, tim harus melakukan penyeberangan sungai menggunakan perahu karena akses darat belum dapat dilalui.
Selain survei, tim PUPR Aceh juga melaksanakan pelansiran material dan panel Jembatan Bailey dari lokasi Jembatan Suak Ameh II menuju lokasi Jembatan Keutapang I dengan jarak sekitar 3,9 kilometer. Material ini dipersiapkan sebagai bagian dari pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali konektivitas wilayah yang terputus.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, Rabu 28 Januari 2026 mengatakan apresiasi atas kerja keras tim yang tetap bekerja optimal di tengah keterbatasan. Ia menegaskan komitmen PUPR Aceh untuk segera membuka kembali akses masyarakat.
“Ruas Pulopaya–Trumon–Aceh Singkil merupakan jalur penting bagi aktivitas warga dan distribusi logistik. Walaupun kondisi di lapangan cukup berat, kami tetap berupaya maksimal agar akses ini bisa segera terbuka kembali melalui pemasangan jembatan darurat. Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, penanganan ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Mawardi.
PUPR Aceh memastikan penanganan darurat akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat, hingga konektivitas wilayah dapat pulih kembali secara optimal.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, PUPR Aceh mengerahkan satu unit excavator milik swasta dan satu unit trado crane milik Dinas PUPR Aceh, dengan dukungan tujuh orang pekerja lapangan. Hingga akhir kegiatan, progres pengangkutan dan pelansiran panel Jembatan Bailey telah mencapai sekitar 50 persen.
"tim menargetkan penyelesaian pengangkutan panel Jembatan Bailey hingga 100 persen, sekaligus melakukan penyiapan lahan dan memulai proses pemasangan serta perakitan jembatan darurat di lokasi tersebut",tutupnya.
| Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Kawal SPMB 2026/2027 |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....