Order Jahit Baju Sekolah Meningkat di Meulaboh

  • 28 Des 2025 09:38 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh :Permintaan jasa penjahitan pakaian seragam sekolah di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami peningkatan signifikan menjelang akhir Desember 2025. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para tukang jahit, khususnya yang melayani pembuatan baju sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan.

Salah seorang tukang jahit baju sekolah di Meulaboh, Bransyah, Minggu (28/12/25), mengatakan jumlah pesanan baju sekolah terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, peningkatan ini terjadi sejak pertengahan hingga akhir Desember dan masih berlangsung hingga saat ini.

“Order baju sekolah semakin meningkat di akhir Desember ini. Pembuatan baju sekolah terjadi peningkatan yang cukup drastis,” kata Bransyah.

Ia menjelaskan, pesanan yang paling banyak datang berasal dari orang tua siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) sederajat. Hampir setiap hari, proses penjahitan baju sekolah berlangsung di atas rata-rata dibandingkan hari-hari biasa.

Menurut Bransyah, tingginya permintaan jasa jahit baju sekolah tidak terlepas dari persiapan masyarakat menyambut tahun ajaran dan tahun anggaran baru 2026. Banyak orang tua memilih menjahitkan baju sekolah baru bagi anak-anak mereka agar siap digunakan pada awal tahun mendatang.

“Dalam sepekan ini, penjahitan baju sekolah terus di atas rata-rata. Banyak pesanan dari siswa SD, SMP, sampai SLTA,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pelanggan memilih menjahit baju baru dibandingkan membeli pakaian jadi, karena ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak. Selain itu, kualitas bahan dan kerapian jahitan juga menjadi pertimbangan utama masyarakat.

Bransyah mengaku untuk memenuhi tingginya permintaan, ia harus mengatur waktu kerja lebih panjang agar seluruh pesanan dapat diselesaikan tepat waktu. Meski cukup melelahkan, kondisi ini dinilai positif karena membantu meningkatkan pendapatan para penjahit lokal.

“Banyak siswa menjahit baju baru untuk dipakai di tahun anggaran 2026. Alhamdulillah, ini membantu ekonomi kami sebagai tukang jahit,” tutup Bransyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....