Pohon Aren Kian Langka di Aceh Barat
- 14 Des 2025 17:32 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Keberadaan pohon aren di Kabupaten Aceh Barat semakin langka. Kondisi ini diduga kuat akibat alih fungsi lahan masyarakat yang kini lebih banyak ditanami pohon kelapa sawit. Hal tersebut disampaikan pemerhati lingkungan hidup, Saiful Ambia, di Meulaboh, selasa (16/12/2025).
Menurut Ambia, banyak pohon aren yang terpaksa ditebang karena pemilik lahan beralih menanam sawit. Akibatnya, pohon aren yang sebelumnya tumbuh alami kini semakin sulit ditemukan. “Pohon aren makin langka, sementara sawit tumbuh bersemi di berbagai wilayah Aceh Barat,” ujarnya.
Padahal, kata Ambia, pohon aren memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu dilestarikan keberadaannya. Ia mencontohkan kawasan Lembah Seulawah hingga menuju Gunung Geureute, Aceh, di mana pohon aren masih dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Hasilnya mampu menopang perekonomian keluarga.
Ambia menjelaskan, pohon aren dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti gula aren, manisan aren, hingga air aren segar. Air aren segar bahkan dijual di pinggir jalan kawasan Lembah Gunung Paroo dan Geureute dengan harga sekitar Rp10 ribu per botol dan cukup diminati pembeli.
“Produk-produk dari aren ini sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Ia menilai, masyarakat yang memiliki lahan di Aceh Barat seharusnya mulai mengembangkan kembali penanaman pohon aren sebagai alternatif tanaman produktif. Selain ramah lingkungan, aren juga dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang.
Lebih lanjut, Saiful Ambia mengakui bahwa kelapa sawit tetap dibutuhkan untuk berbagai keperluan ekonomi. Namun, ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam pola tanam. “Sawit perlu, tapi harus diimbangi dengan penanaman pohon aren, agar habitat aren tidak punah di Aceh Barat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....