Kenalan Dengan Syifa Maulida Duta Siwa Aceh 2025
- 02 Agt 2025 15:56 WIB
- Meulaboh
KBRN Meulaboh: Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Aceh Barat. Sosok remaja inspiratif, Syifa Maulida, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan terpilih sebagai Duta Siswa Provinsi Aceh 2025, mewakili Kabupaten Aceh Barat dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut, Sabtu (2/8/2025).
Syifa Maulida lahir di Meulaboh, 1 April 2009, dan saat ini tercatat sebagai siswi SMAN 1 Meulaboh. Ia merupakan putri dari pasangan Kasriadi dan Andriati. Di usianya yang masih muda, Syifa telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang akademik, kepemudaan, dan advokasi remaja.

Aktif di berbagai organisasi dan kegiatan, Syifa merupakan bendahara Forum Anak Kabupaten Aceh Barat (FAKAT), MC tingkat provinsi dalam ajang Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR), serta penyuluh muda yang vokal menyuarakan isu-isu anak dan remaja di Aceh Barat.
Syifa juga telah menorehkan segudang prestasi di tingkat regional dan nasional. Beberapa di antaranya yaitu:
Juara 1 Lomba Public Speakingyang diselenggarakan oleh Universitas Teuku Umar,
Peraih Medali Perunggu bidang IPS dalam ajang Banda Aceh Science Olympiad,
Gold Medal Education Expo & Science Olympiad 2024 di selenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara, di mana ia berhasil menjadi finalis dari total 32.864 peserta.
Puncak prestasinya ditandai dengan keberhasilannya lolos dalam seleksi ketat ajang Duta Siswa Provinsi Aceh 2025. Seleksi dilaksanakan pada 8–10 Juli 2025 di Puslatbang KHAN LAN RI Aceh Besar dan diikuti oleh utusan terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Tahapan seleksi meliputi tes tulis, esai, motivation letter, serta wawancara "battle royal" wawasan kebangsaan dan kepemudaan.
Melalui inovasi dan kontribusi nyatanya, Syifa terpilih sebagai Duta Siswa Provinsi Aceh 2025 berkat program unggulan yang ia gagas, yaitu SADA (Suara Anak Daerah Aceh). Program ini menjadi ruang aspirasi anak-anak dan remaja dari berbagai pelosok Aceh untuk menyampaikan harapan, keresahan, dan mimpi mereka melalui tulisan, diskusi, dan aksi sosial yang langsung menyentuh sekolah dan komunitas lokal.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Motto saya: ‘Gagal tiga kali, bangkit empat kali’. Gelar ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk semua pihak yang telah mendukung dan menjadi bagian dari perjalanan ini," ujar Syifa penuh haru usai menerima penghargaan.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung, antara lain Bupati Aceh Barat, PT Mifa Bersaudara, Dinas PUPR, Ketua Hasan Melbourne, anggota DPRK, Tetew Kebab, SMAN 1 Meulaboh, serta seluruh sponsor yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Ajang Duta Siswa Provinsi Aceh merupakan program tahunan yang bertujuan menjaring pelajar berbakat dari seluruh penjuru Aceh. Selain menjadi sarana pengembangan diri, ajang ini juga menjadi wadah pembinaan karakter, jiwa kepemimpinan, serta cinta terhadap daerah dan bangsa.
Syifa Maulida telah membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memberi dampak besar bagi lingkungan. Semangat, konsistensi, dan kepeduliannya terhadap sesama menjadikannya panutan dan motivasi bagi generasi muda Aceh untuk terus bermimpi dan berprestasi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....