Bulog Mulai Serap Gabah Petani di Simeulue

  • 18 Mar 2025 17:19 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Sinabang: Bulog Kantor Cabang Meulaboh mulai garap gabah kering hasil panen petani di Kabupaten Simeulue, dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Target penyerapan hari pertama ini ditaksir mencapai 13 ton gabah.

"Iya bang sudah mulai kita tampung. Hari ini perdana lansung disaksikan wakil bupati, saat ini kita masih di lapangan lagi proses timbang,"ujar Kepala Bulog Kantor Cabang Meulaboh melalui Kepala Gudang Bulog Simeulue, Mirza, kepada RRI, Selasa (18/3/2025).

Mirza menyebutkan untuk hari pertama ditaksir, Bulog bisa menyerap gabah dari petani di wilayah Kecamatan Simeulue Tengah sekitar 13 ton. Sedangkan haraga pembelian sebesar Rp 6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Gabah yang sudah dibeli dari para petani di daerah kepulauan itu katanya, nantinya akan dikirim ke daratan Aceh, untuk dilakukan penggilingan menjadi beras. Pihak Bulog memastikan penyerapan gabah petani di Kabupaten Simeulue akan terus berlangsung hingga panen selesai.

Anggota DPRK Simeulue, Rita Diana, menilai kehadiran Bulog menyerap gabah petani merupakan kabar baik, sebab petani bisa memperoleh pendapatan dengan menjual gabahnya. Menurutnya, penyerapan gabah menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga ditingkat petani.

"Kita berharap pembelian gabah petani oleh Bulog Meulaboh ini terus berlanjut dan dipertahankan, sehingga diharapkan taraf ekonomi petani di Kabupaten Simeulue jauh lebih baik,"ujar Politisi Partai Hanura itu.

Kepada RRI, Rita Diana, berharap kepada Bulog agar melibatkan unsur Dinas Pertanian, TNI, Kepolisian, Gapoktan, dalam mengawasi pembelian gabah dan beras sehingga keterlibatan multipihak mendorong optimalisasi dalam menyerap hasil panen petani di Simeulue.

Tidak itu saja, Rita juga berharap Bulog siap membeli semua gabah petani dengan kwalitas apapun agar para petani tidak merasa was - was terhadap hasil panennya. Ia juga meminta Bulog bisa membeli gabah dengan harga yang sesuai aturan sehingga tidak merugikan para petani. Karena sejatinya, kata Rita, Bulog menjadi sahabat serta menjadi pelindung bagi petani.

"Kepada Pemerintah kita juga berharap agar mendorong pengembangan dan distribusi varietas padi unggul yang tahan terhadap kekeringan dan salinitas tinggi,"ujarnya.

Selain itu kata Rita Diana, petani juga perlu mendapatkan dukungan berupa subsidi yang tepat waktu seperti pupuk, benih, dan alsintan modern, serta kebijakan berbasis data yang akurat harus menjadi landasan utama dalam perencanaan produksi beras.

Terakhir, Rita, berpesan kepada para petani di Simeulue untuk memanfaatkan kehadiran Bulog tersebut, dengan meningkatkan hasil gabah sehingga hasil produksi meningkat dengan demikian secara otomatis penghasilan juga tentu meningkat, kesejahteraan pun semakin membaik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....