Tingginya Angka Perceraian I Dipicu Masalah Ekonomi

  • 24 Feb 2025 11:20 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Angka perceraian di Kecamatan Kawai XVI, Aceh Barat, menunjukkan tren meningkat dengan mayoritas kasus diajukan oleh pihak istri. Fenomena ini dipicu oleh melemahnya ekonomi keluarga, terutama akibat suami yang menganggur dan tidak mampu memberikan nafkah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kawai XVI, Drs. Syarifuddin, melalui bagian Tata Usaha, Junaidi, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi yang sulit menjadi penyebab utama perceraian. “Banyak istri yang menggugat cerai karena suami tidak bekerja dan tidak bisa memberikan nafkah. Ini mengakibatkan ketegangan dalam rumah tangga dan akhirnya berujung pada perceraian,” ujar Junaidi di Peureumeu, Senin, 24 Februari 2025.

Lebih jauh, Junaidi mengungkapkan bahwa selain pengangguran, kebiasaan buruk suami seperti judi daring dan mabuk-mabukan turut memperburuk kondisi ekonomi keluarga. “Faktor judi daring sangat berpengaruh. Banyak suami yang menghabiskan uang untuk berjudi sehingga tidak ada sisa untuk kebutuhan dapur. Selain itu, kebiasaan mabuk juga membuat penghasilan yang seharusnya untuk keluarga justru terbuang sia-sia,” jelasnya.

Dampaknya, istri yang tidak mendapatkan nafkah merasa terbebani secara finansial dan emosional. Situasi ini diperparah ketika suami tidak memberikan uang jajan atau kebutuhan sehari-hari, sehingga konflik rumah tangga pun tidak terhindarkan.

Junaidi menambahkan bahwa pihak KUA telah berupaya memberikan konseling dan mediasi kepada pasangan yang menghadapi masalah ekonomi dan konflik rumah tangga. Namun, tingginya tekanan ekonomi membuat banyak istri merasa tidak lagi mampu mempertahankan pernikahan mereka.

Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mencari solusi, seperti menciptakan lapangan kerja dan memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga. “Jika suami memiliki pekerjaan tetap dan mampu memberikan nafkah, angka perceraian bisa ditekan. Selain itu, edukasi mengenai dampak negatif judi daring dan minuman keras juga sangat diperlukan,” tambah Junaidi.

Fenomena meningkatnya angka perceraian akibat masalah ekonomi ini menjadi cerminan krisis sosial yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Upaya preventif dan edukatif diperlukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kawai XVI.

kBRN, Meulaboh,

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....