Ceramah Subuh: Tiga Fase Jalan Menuju Kesucian Diri
- 19 Mar 2026 00:02 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Masjid Jamik Baiturrahim Gampong (Desa) Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat kembali melaksanakan cermah subuh pada Ramadan Ke-28 tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah. Ceramah diisi oleh Tgk. Anwar Jakfar dengan judul “Tiga Fase Ramadan Jalan Menuju Kesucian Diri”.
Diawal ceramah Tgk Anwar menyampaikan puji dan syukur yang diberikan oleh Allah SWT, dikarnakan pada subuh ini masih dapat melaksanakan perintah yang paling mulia yaitu melaksanakan shalat subuh berjamaah, dan diterima ibdah kita oleh Allah SWT.
“Shalawat beserta salam juga disampaikan kepada junjungan alam Rasullullah SAW, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, setiap satu kali selawat yang diucapkan oleh seorang mukmin kepada Nabi, Allah SWT akan membalasnya dengan sepuluh rahmat” kata Tgk Anwar dimimbar Masjid Jamik Baiturrahim.
“Sambil duduk beriktikaf, dimana I'tikaf, khususnya yang dilakukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini memiliki keutamaan yang sangat besar, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa i'tikaf (di waktu tersebut) seperti beri'tikaf bersama beliau” kata Tgk Anwar.
Makna dan keutamaan 10 malam terakhir Ramadan justru semakin meningkat dan mencapai puncaknya, bukan semakin sedikit. Fase ini adalah waktu terbaik untuk beribadah karena adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan yang menuntut kesungguhan ibadah seperti i'tikaf dan qiyamul lail.
Tiga fase bulan Ramadan 10 hari pertama (Rahmat/Kasih Sayang), 10 hari kedua (Maghfirah/Ampunan), dan 10 hari terakhir (Pembebasan dari Api Neraka), ini merupakan peta jalan spiritual untuk peningkatan kualitas diri secara bertahap. Fase ini melambangkan proses penyucian jiwa dari kasih sayang Allah, pembersihan dosa, hingga meraih kemenangan.
“Secara umum, tempat kembali terakhir manusia di akhirat hanyalah dua, yaitu surga bagi yang bertakwa dan neraka bagi yang ingkar. Keduanya adalah tempat kekal” kata Tgk Anwar.
Seperti Bunyi Ayat (QS. An-Nisa: 56): "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
“Surah yang memerintahkan orang beriman menjaga diri dan keluarga dari api neraka adalah QS. At-Tahrim ayat 6. Ayat ini menegaskan kewajiban mendidik keluarga dengan iman, amal saleh, dan akhlak mulia agar selamat dari siksa neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu” jelas Tgk Anwar.
Olehkarnanya dibulan Ramadan berbuat baik dimana dilipatgandakan hingga tujuh puluh kali lipat hingga seratus kali lipat tergantung kehendak Allah SWT, dan ini merupakan bentuk kasih sayang dan kemurahan Allah SWT untuk memudahkan hamba-Nya meraih pahala besar, ampunan, serta derajat mulia.
Amalan baik dan buruk akan diperlihatkan walau seberat zarrah, merupakan janji Allah SWT. Setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan mendapat balasan, dicatat, dan ditimbang secara adil di akhirat, sehingga memotivasi manusia untuk tidak meremehkan kebaikan dan menghindari dosa sekecil apa pun.
Diakhir ceramah Tgk Anwar juga menyampaikan soal puasa sunnah Syawal enam hari yang dilakukan setelah Idul Fitri. Amalan ini sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) dengan ganjaran pahala setara puasa setahun penuh jika digabung dengan puasa Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....