10 Malam Terakhir antara Lelah, Lalai dan Lailatul Qadar
- 16 Mar 2026 23:09 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih malam yang penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Tgk. Arika Amalia, S. Pd., M. Pd selaku Ketua Umum DPW ISAD Aceh Barat mengatakan sepuluh malam terakhir Ramadan sering kali justru menjadi masa di mana semangat sebagian umat mulai menurun.
“Sepuluh malam terakhir adalah momen paling spesial, karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Namun sering kali justru pada fase ini semangat ibadah mulai berkurang" ujarnya, Jum'at 13 Maret 2026.
Menurutnya, salah satu penyebab menurunnya semangat ibadah adalah kesibukan masyarakat mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Aktivitas tersebut kerap membuat sebagian orang lalai memanfaatkan waktu untuk beribadah.
Ia menambahkan, padahal malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa karena Allah SWT menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan ibadah.
“Siapa saja yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” jelasnya.
Arika juga mengingatkan bahwa waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara spesifik. Namun para ulama berpendapat malam tersebut berada pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat malam, serta memakmurkan masjid.
“Di sepuluh malam terakhir ini kita harus lebih meningkatkan ibadah, jangan meninggalkan masjid, jangan meninggalkan Al-Qur’an, dan terus memperbanyak amal agar dapat meraih malam istimewa tersebut,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan sebaik mungkin agar memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....