Tetap Raih Keberkahan? Wanita Haid Punya Peluang Sama Raih Kemuliaan Lailatul Qada

  • 13 Mar 2026 21:27 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Memasuki sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, antusiasme umat Muslim untuk berburu malam Lailatul Qadar semakin meningkat. Namun, bagi kaum wanita, datangnya siklus bulanan atau haid seringkali memicu rasa sedih dan khawatir karena merasa "terputus" dari ibadah utama.

Muncul pertanyaan klasik, Apakah wanita yang sedang berhalangan tetap bisa merasakan dan mendapatkan pahala Lailatul Qadar?

Ibadah Bukan Hanya Salat dan Puasa

Para ulama sepakat bahwa kasih sayang Allah SWT sangat luas dan tidak terbatas pada ibadah fisik yang memerlukan kesucian (taharah) semata. Meski wanita haid dilarang melaksanakan salat, puasa, dan berdiam diri di masjid (iktikaf), pintu langit tetap terbuka lebar bagi mereka melalui jalur ibadah lainnya.

Menurut penjelasan para ahli fikih, Lailatul Qadar adalah malam penetapan takdir dan rahmat. Wanita yang sedang haid tetap bisa mendapatkan kemuliaan malam tersebut dengan memaksimalkan amalan lisan dan hati.

Daftar Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

Berikut adalah beberapa amalan yang tetap bernilai pahala besar dan dapat mengantarkan seseorang meraih keberkahan malam seribu bulan:

Memperbanyak Zikir, Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.

Istigfar dan Taubat memohon ampunan dengan sungguh-sungguh, terutama membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."

Mendengarkan Lantunan Al-Qur'an, meski sebagian ulama melarang memegang mushaf, mendengarkan tilawah tetap mendatangkan ketenangan dan pahala.

Bersedekah atau memberi makan orang yang berbuka puasa atau membantu mereka yang membutuhkan.

Menuntut Ilmu atau embaca buku agama, mendengarkan ceramah, atau mengikuti kajian online.

Melayani kebutuhan orang yang beribadah, seperti menyiapkan sahur dan buka puasa bagi keluarga juga terhitung sebagai ibadah besar.

Penekanan Niat

Penting untuk diingat bahwa dalam Islam, niat memiliki bobot yang sangat besar. Jika seorang wanita biasanya rajin beribadah namun terhalang karena kodrat biologis yang ditetapkan Allah, maka Allah tetap menuliskan pahala kebiasaannya tersebut.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi para muslimah untuk merasa "libur" dari mengejar surga. Lailatul Qadar adalah milik siapa saja yang menghidupkan malamnya dengan ketaatan, apa pun bentuknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....