Jangan Kasih Kendor! 5 Strategi Jitu 'Gas Pol' Ibadah di Penghujung Ramadan

  • 13 Mar 2026 21:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, fenomena "masjid mulai maju" (saf jamaah yang berkurang) seringkali menjadi pemandangan umum. Rasa lelah secara fisik dan fokus yang terbagi dengan persiapan mudik atau Lebaran seringkali membuat grafik semangat ibadah menurun.

Padahal, di sinilah "garis finis" sesungguhnya berada. Untuk menjaga agar api semangat tetap menyala, berikut adalah rangkuman strategi yang bisa Anda terapkan agar tidak terjebak dalam rasa malas di akhir bulan suci.

1. Ingat Filosofi "Pelari Maraton"

Seorang pelari maraton justru akan mengerahkan seluruh sisa tenaganya saat melihat garis finis. Anggaplah sepuluh hari terakhir ini sebagai fase penentuan. Jika di awal Ramadan kita hanya "pemanasan", maka sekarang adalah saatnya melakukan sprint.

2. Variasi Ibadah Agar Tidak Jenuh

Rasa bosan sering muncul karena rutinitas yang monoton. Cobalah melakukan variasi dalam beribadah.

Ganti suasana jika biasanya tadarus di rumah, cobalah sesekali ke masjid yang berbeda.

Ganti materi selain membaca Al-Qur'an, selingi dengan membaca terjemahan atau mendengarkan kajian singkat tentang keutamaan Lailatul Qadar.

3. Kurangi "Noise" di Media Sosial

Godaan terbesar di akhir Ramadan adalah diskon belanja online dan hiruk-pikuk konten persiapan Lebaran. Batasi waktu layar (screen time) Anda. Fokuskan energi yang tersisa untuk refleksi diri ketimbang membandingkan persiapan baju baru dengan orang lain.

4. Jaga Pola Makan dan Istirahat

Semangat mental butuh dukungan fisik. Pastikan saat berbuka dan sahur, Anda mengonsumsi makanan yang memberikan energi tahan lama (karbohidrat kompleks dan serat). Jangan begadang untuk hal yang tidak perlu agar Anda punya tenaga untuk melakukan Qiyamul Lail.

5. Berdoa Secara Spesifik

Terkadang kita kehilangan semangat karena doa kita terasa "template". Cobalah tulis daftar keinginan yang paling spesifik dan tulus. Membayangkan harapan-harapan itu dikabulkan di malam-malam penuh berkah akan memberikan dorongan emosional yang kuat untuk terus bangun di malam hari.

Ramadan bukan tentang bagaimana kita memulainya, tapi tentang bagaimana kita mengakhirinya. Jangan biarkan persiapan hari raya mengalahkan inti dari bulan suci itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....