Beberapa Hal yang Dikira Membatalkan Puasa Padahal Tidak

  • 24 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Ramadhan menjadi momen bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, termasuk menjalankan puasa dengan penuh kehati-hatian. Namun di tengah semangat tersebut, masih banyak anggapan keliru di masyarakat tentang hal-hal yang dianggap membatalkan puasa, padahal sebenarnya tidak.

Berikut beberapa hal yang sering dikira membatalkan puasa padahal tidak, Selasa 24 Februari 2026:

1. Sikat Gigi di Siang Hari

Sebagian orang takut menyikat gigi saat berpuasa karena khawatir membatalkan puasa. Padahal, menyikat gigi diperbolehkan selama tidak ada pasta gigi atau air yang tertelan. Bahkan menjaga kebersihan mulut dianjurkan agar terhindar dari bau tidak sedap selama puasa.

2. Tetes Mata dan Tetes Telinga

Penggunaan obat tetes mata atau telinga sering dianggap membatalkan puasa. Faktanya, hal tersebut tidak membatalkan puasa karena tidak masuk melalui jalur makan dan minum (mulut dan hidung) secara langsung.

3. Mandi atau Keramas di Siang Hari

Ada pula anggapan bahwa mandi atau keramas saat berpuasa bisa membatalkan puasa. Ini tidak benar. Mandi justru dapat menyegarkan tubuh, terutama saat cuaca panas, selama air tidak sengaja tertelan.

4. Mimisan atau Luka Berdarah

Keluar darah akibat mimisan atau luka tidak membatalkan puasa karena terjadi di luar kendali. Berbeda halnya jika seseorang dengan sengaja mengeluarkan darah tanpa alasan medis tertentu.

5. Mencicipi Masakan (Tanpa Ditelan)

Bagi ibu rumah tangga atau koki, mencicipi masakan sering menjadi kebutuhan. Selama hanya sebatas di lidah dan tidak ditelan, hal ini tidak membatalkan puasa. Namun tetap harus sangat berhati-hati.

6. Suntik atau Vaksin (Bukan untuk Asupan Nutrisi)

Suntikan obat atau vaksin yang tidak mengandung unsur nutrisi dan tidak bertujuan mengenyangkan tidak membatalkan puasa. Berbeda dengan infus cairan nutrisi yang memang berfungsi sebagai pengganti makan dan minum.

Pemahaman yang benar tentang hal-hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa penting agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa rasa waswas berlebihan. Untuk memastikan, umat Islam dianjurkan merujuk pada penjelasan ulama atau lembaga resmi keagamaan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dengan pengetahuan yang tepat, puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh keyakinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....