Ramadan Jadi Momentum Kendalikan Lisan dan Cegah Ujaran Kebencian
- 24 Feb 2026 11:52 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat pengendalian diri, termasuk menjaga lisan dari ujaran kebencian. Nilai puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dalam berkata dan bertindak.
Dosen Universitas Teuku Umar, Dr. Tengku Ismu Ridha, M.A., mengatakan hakikat puasa adalah pengendalian diri secara menyeluruh. Menurutnya, banyak orang berpuasa namun tidak memperoleh esensi spiritual karena masih lalai menjaga perkataan.
“Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari menyampaikan hal-hal yang tidak benar dan menyakiti orang lain,” ujarnya dalam dialog di Programa 1 RRI Meulaboh, Kamis 19 Februari 2025.
Ia menjelaskan, lemahnya kesadaran bahwa setiap ucapan diawasi dan dicatat menjadi salah satu penyebab masih maraknya ujaran kebencian, termasuk di bulan Ramadan. Padahal, dalam ajaran Islam, setiap perkataan manusia akan dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, menjaga lisan merupakan indikator kualitas keimanan seseorang. Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar umat Islam berkata baik atau memilih diam.
Selain itu, Ramadan disebut sebagai madrasah pembinaan diri. Nilai-nilai yang dilatih selama satu bulan penuh diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sepanjang tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Tengku Ismu Ridha juga menekankan pentingnya memperbanyak aktivitas positif seperti membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Aktivitas tersebut dinilai dapat menjadi perisai dalam mengontrol sikap dan ucapan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik serta membatasi interaksi yang tidak perlu di media sosial. Menurutnya, ruang digital kerap menjadi pemicu munculnya perdebatan dan ujaran yang tidak sehat.
“Ramadan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan memperbaiki kualitas diri. Jika lisan terjaga, maka persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman dapat terpelihara,” katanya.
Melalui momentum Ramadan, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga membangun etika komunikasi yang santun demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....