Menanamkan Niat dan Komitmen Spiritual
- 23 Feb 2026 10:43 WIB
- Meulaboh
RRI.co.id, Meulaboh: Kepala Subbag Tata Usaha Kankemenag H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., menyampaikan, niat merupakan fondasi utama yang menentukan nilai sebuah ibadah. Ia menjelaskan, niat yang benar tidak sekadar diucapkan, tetapi harus lahir dari dorongan hati yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah.
“Semua amal tergantung niat. Jika niatnya kuat dan ikhlas, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna” ujarnya Jumat, 20 Februari 2026.
Khairul Azhar menuturkan, puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi latihan menyeluruh dalam mengendalikan diri. Puasa mengajarkan kesabaran, menjaga lisan, serta membentuk kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu.
Ia juga menguraikan makna puasa sebagaimana termuat dalam Al-Qur’an, yakni saum yang bermakna menahan diri, serta siyam yang merujuk pada pelaksanaan puasa secara utuh, termasuk menjaga pandangan, lisan, dan perilaku. Menurutnya, puasa yang dijalankan secara menyeluruh akan membentuk ketakwaan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga komitmen spiritual melalui target ibadah yang jelas. Umat Islam, katanya, perlu merencanakan amalan harian seperti tilawah Al-Qur’an, zikir, dan salat berjamaah agar Ramadan tidak berlalu tanpa perubahan berarti.
“Komitmen spiritual harus dijaga dengan target yang terukur. Jika waktu tidak dimanfaatkan dengan baik, maka kitalah yang akan merugi,” tegasnya.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki kualitas ibadah sekaligus membangun kedisiplinan diri. Konsistensi dalam menjaga niat dan amalan diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....