BNPB Ungkap Kondisi Terkini Sekolah da Pengungsian Pasca Gempa NTT
- 31 Agt 2026 11:48 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berangsur normal. Salah satu tanda pemulihan terlihat, dari rencana dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada Senin, 31 Agustus 2026.
Tidak hanya itu, jumlah warga NTT yang masih berada di pengungsian terus mengalami penurunan. BNPB mencatat, total pengungsi akibat gempa NTT berkurang 4.142 orang dibandingkan data sebelumnya.
"Proses pembelajaran akan kembali berjalan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah. Kami menyampaikan tentu ada proses belajar akan dimulai (Senin hari ini)," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan resminya, di Jakarta, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
BNPB, kata Berton, menyiapkan skema pembelajaran berbeda bagi sekolah yang terdampak kerusakan akibat gempa. Sekolah yang bangunannya belum layak digunakan dapat menerapkan pembelajaran secara daring.
"Tapi ketika sekolahnya masih bagus dan layak untuk digunakan, tentu ini akan digunakan secara kelas. Atau pertemuan biasa (tatap muka)," ujar Berton.
Skema tersebut, Berton menjelaskan, diterapkan agar aktivitas pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan faktor keselamatan siswa dan tenaga pengajar. Pemulihan tidak hanya terlihat dari sektor pendidikan, tetapi juga pada sejumlah fasilitas dasar yang menopang aktivitas masyarakat.
BNPB menyatakan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan jaringan komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih 100 persen.
Aktivitas ekonomi warga juga mulai bergerak kembali setelah sebelumnya terganggu akibat gempa.
"Sejumlah pasar telah kembali beroperasi. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan masyarakat perlahan memasuki tahap pemulihan," ucap Berton.
Lalu, BNPB mencatat total pengungsi akibat gempa NTT kini sebanyak 188.161 jiwa. "Ini turun 4.142 orang, berasal dari Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada," kata Berton.
Kabupaten Nagekeo, Berton mengungkapkan, menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 50.574 jiwa. Posisi berikutnya, ditempati Kabupaten Manggarai dengan 50.556 pengungsi.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 30.098 jiwa. Angka tersebut menurun, dibandingkan data Sabtu 29 Agustus 2026 yang mencapai 31.372 orang.
Penurunan jumlah pengungsi, juga terjadi di Kabupaten Ngada. Jumlah pengungsi di wilayah tersebut, kini tercatat 19.394 jiwa, turun dari 21.552 orang pada data sebelumnya.
Adapun jumlah pengungsi di Manggarai Barat mencapai 27.564 jiwa, Sikka sebanyak 5.658 jiwa, dan wilayah NTT lainnya sebanyak 4.317 jiwa. BNPB menyebut jumlah pengungsi di ketiga wilayah tersebut belum mengalami perubahan. (Puspem)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....