Peserta PKA Angkatan I 2026 Pelajari Inovasi Pelayanan Publik di Kota Medan

  • 22 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • 37 peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 dari Pusjar SKMK LAN RI Aceh melaksanakan studi lapangan di Sumatera Utara sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.
  • Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta dalam mengelola perubahan, membangun inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

RRI.CO.ID, Medan - Sebanyak 37 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Pusjar SKMK LAN RI Aceh mengikuti Studi Lapangan (Stula) di Sumatera Utara, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperkuat kompetensi peserta dalam mengelola perubahan, membangun inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Studi lapangan dilaksanakan pada dua lokus. Sebanyak 19 peserta melakukan observasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, sedangkan 18 peserta lainnya mendalami praktik penyelenggaraan pemerintahan digital di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Binjai.

Di DPMPTSP Kota Medan, rombongan peserta diterima langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Medan Rasyid Ridho Nasution, S.STP., didampingi Sekretaris, para Koordinator, dan jajaran organisasi perangkat daerah tersebut. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis melalui pemaparan, diskusi, observasi, dan pertukaran pengalaman mengenai tata kelola pelayanan perizinan serta penanaman modal.

Dalam sesi tersebut, peserta mendalami sejumlah aspek strategis, mulai dari pengelolaan organisasi, inovasi pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, penyederhanaan proses kerja, hingga strategi peningkatan efektivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

DPMPTSP Kota Medan dipilih sebagai salah satu lokus pembelajaran karena memiliki posisi strategis dalam ekosistem pelayanan publik. Pelayanan perizinan dan penanaman modal tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif, tetapi juga memengaruhi kepastian berusaha, kepercayaan investor, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing daerah.

Melalui diskusi bersama jajaran DPMPTSP Kota Medan, peserta memperoleh gambaran konkret mengenai tantangan yang dihadapi organisasi publik di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Perubahan ekspektasi publik dan perkembangan teknologi menuntut birokrasi untuk meninggalkan pola kerja yang kaku serta beralih kepada tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Studi lapangan tersebut didampingi Widyaiswara Ahli Muda Pusjar SKMK LAN RI Aceh, Waldi Ishaq Siregar, S.E., M.M. Pendampingan diarahkan agar peserta tidak sekadar mencatat hasil kunjungan, tetapi mampu menganalisis praktik baik yang ditemukan dan menghubungkannya dengan kompetensi kepemimpinan administrator.

Setiap peserta juga didorong untuk menilai relevansi inovasi yang dipelajari dengan kebutuhan organisasi asal. Praktik baik dari lokus tidak harus disalin secara utuh, melainkan dapat diadaptasi dengan mempertimbangkan karakteristik organisasi, ketersediaan sumber daya, dukungan pemangku kepentingan, serta kebutuhan masyarakat yang dilayani.

Dalam konteks pengembangan kepemimpinan, administrator memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan strategis dan pelaksanaan pelayanan. Karena itu, seorang administrator dituntut mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program yang terukur, membangun tim kerja yang efektif, mengelola risiko, serta memastikan perubahan menghasilkan manfaat nyata.

Kegiatan Stula diharapkan memperluas perspektif peserta dalam melihat persoalan organisasi secara lebih sistematis. Pengalaman lapangan menjadi bahan untuk mengidentifikasi peluang perubahan, merumuskan gagasan inovatif, dan membangun kolaborasi lintas sektor guna memperbaiki kinerja pelayanan publik.

Pembelajaran di DPMPTSP Kota Medan juga menegaskan bahwa inovasi bukan semata-mata penggunaan teknologi. Inovasi harus menghasilkan proses pelayanan yang lebih sederhana, waktu penyelesaian yang lebih singkat, informasi yang lebih terbuka, serta kepastian layanan bagi masyarakat dan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 diharapkan kembali ke instansi masing-masing dengan perspektif baru dan rencana perubahan yang dapat diterapkan. Semangat belajar dari praktik, mengambil inspirasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan perubahan menjadi benang merah pelaksanaan Studi Lapangan PKA Angkatan I Tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....