PT Pembangunan Aceh Serahkan Dividen Rp28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh

  • 24 Jul 2026 18:31 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • PT PEMA menyerahkan dividen sebesar Rp28,7 Miliar dari laba bersih tahun 2025 kepada Pemerintah Aceh
  • Nilai dividen tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun - tahun sebelumnya
  • Dividen diserahkan oleh Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf

RRI.CO.ID, Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menyerahkan dividen sebesar Rp28.762.513.255 dari laba bersih tahun buku 2025 kepada Pemerintah Aceh. Nilai dividen tersebut meningkat dibandingkan tahun buku 2024 sebesar Rp26,7 miliar dan tahun buku 2023 sebesar Rp26,6 miliar

Penyerahan dividen dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan itu turut disaksikan jajaran direksi PT PEMA dan sejumlah pejabat terkait.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan peningkatan dividen tersebut merupakan hasil pembenahan perusahaan melalui penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta pengembangan berbagai lini usaha secara profesional.

"Penyerahan dividen ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami akan terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan bisnis, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh," kata Mawardi.

Ia menjelaskan, laba perusahaan Tahun Buku 2025 berasal dari sejumlah unit usaha strategis, antara lain pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor kopi Arabika Gayo, serta perdagangan hasil perikanan.

Menurut Mawardi, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil pembenahan internal yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir melalui penguatan sistem manajemen, peningkatan transparansi, serta penerapan budaya kerja yang adaptif dan akuntabel.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengapresiasi capaian PT PEMA yang dinilai mampu menunjukkan pertumbuhan sebagai Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

"Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat putra-putri Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA. Saya yakin kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Aceh akan terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah," ujar Muzakir.

Mawardi menambahkan, pada 2026 PT PEMA menargetkan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi bisnis yang telah berjalan, seperti peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi, optimalisasi nilai jual sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.

Selain itu, PT PEMA juga mulai mengembangkan sejumlah sektor strategis baru, di antaranya bisnis telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri, serta berbagai peluang investasi lain yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....