Rektor UTU Ajak Rawat Perdamaian Aceh Dua Dekade
- 15 Agt 2025 11:00 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh : Memasuki dua dekade pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang mengakhiri konflik bersenjata di Aceh, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyerukan agar perdamaian yang telah terwujud terus dipelihara dan diperjuangkan.
“Secara pribadi, saya sangat bersyukur atas perdamaian yang sudah kita capai selama dua dekade ini. Namun, kesempurnaan itu belum tercapai. Kita semua masih perlu memperbaiki diri dan terus bekerja keras agar Aceh benar-benar bangkit dan maju,” ujarnya, jumat (15/8/2025).
Prof. Ishak menilai perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik bersenjata, tetapi juga harus diikuti dengan pembangunan ekonomi, keadilan regulasi, dan kesejahteraan sosial. Ia menyoroti tiga tantangan utama, yakni belum sepenuhnya berjalan regulasi sesuai MoU dan UUPA, mentalitas masyarakat yang masih perlu menumbuhkan saling percaya, serta perlunya perbaikan ekonomi berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda yang berpengetahuan, memiliki keterampilan, dan berkarakter mulia. “Mereka harus tampil mengambil peran. Pemerintah perlu menyediakan beasiswa, pelatihan, dan dukungan dana, namun usaha tetap harus datang dari diri sendiri,” kata Prof. Ishak.
Terkait dana otonomi khusus (Otsus), ia menegaskan agar tidak dibatasi waktunya karena Aceh masih memiliki kantong-kantong kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja.
Prof. Ishak berharap pemerintah pusat menghormati regulasi yang sudah disepakati melalui MoU dan UUPA. Ia juga menilai perlu adanya sosialisasi sejarah konflik kepada generasi muda agar perdamaian Aceh tidak hanya dikenang sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi komitmen bersama menuju masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....