Meutya Hafid: LPP Harus Perkuat Narasi Kebangsaan

  • 18 Apr 2025 16:57 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Jakarta : Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya penguatan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) sebagai benteng terakhir narasi kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. Hal ini ia sampaikan dalam acara Halalbihalal bersama insan penyiaran publik di Gedung RRI Jakarta, Rabu (16/4/2025).

“Kita butuh media publik yang kuat untuk menyampaikan narasi pembangunan yang objektif dan mencerahkan, bukan sekadar konten viral yang memecah belah,” ujar Meutya di hadapan pimpinan RRI, TVRI, Antara, serta Komisi VII DPR RI.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Meutya menyampaikan keprihatinannya atas tantangan yang dihadapi media konvensional, seperti penurunan belanja iklan hingga pergeseran perhatian publik ke media sosial. Ia menekankan perlunya langkah afirmatif dari negara agar LPP tetap relevan dan berdaya saing di era digital.

“Saat ini media konvensional butuh dukungan nyata, bukan hanya anggaran, tapi juga kebijakan afirmatif dan ekosistem yang sehat,” ucap Meutya.

Meutya juga menyinggung kembali wacana integrasi LPP yang pernah dibahas sebelumnya, yakni menyinergikan TVRI, RRI, dan Antara dalam satu ekosistem komunikasi publik nasional. Menurutnya, gagasan ini layak dikaji ulang guna mendorong efisiensi, konsistensi narasi, serta perluasan daya jangkau informasi ke seluruh masyarakat.

Selain itu, Meutya menyoroti pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap akses media sosial bagi anak-anak. Pemerintah, kata dia, tengah mengkaji batasan usia minimal 16 hingga 18 tahun untuk melindungi perkembangan otak anak dari dampak negatif konten digital.

“Kita perlu mengembalikan budaya menonton tayangan berkualitas. LPP harus menjadi rumah bagi konten yang mencerdaskan, mempersatukan, dan menghibur secara sehat,” kata Meutya tegas.

Ia juga mengapresiasi kontribusi LPP dalam mendukung komunikasi publik selama masa libur Lebaran dan Nyepi. Meutya berharap kekompakan antar-lembaga penyiaran publik tetap terjaga dan terus diperkuat di masa mendatang.

Menutup sambutannya, Meutya menyerukan pentingnya membangun solidaritas antarlembaga penyiaran publik. Ia juga mendorong komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah dan parlemen demi menjaga eksistensi media nasional di tengah tantangan zaman.

Acara Halalbihalal tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, Direktur Utama RRI Hendrasmo, Direktur Utama LKBN Antara Ahmad Munir, Ketua KPI Ubaidillah, serta sejumlah pimpinan dan pengawas lembaga penyiaran publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....