Komdigi Gandeng Elshinta Perkuat Lawan Gelombang Disinformasi
- 18 Apr 2025 16:51 WIB
- Meulaboh
KBRN, Jakarta : Pemerintah kembali melirik kekuatan gelombang udara dalam menghadapi disinformasi yang kian marak. Melalui kerja sama strategis dengan Radio Elshinta, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menggencarkan siaran informasi ke jutaan pendengar, terutama di wilayah non-urban yang belum sepenuhnya tersentuh media digital.
“Saya mendukung penuh kerja sama ini. Ibu Dirjen nanti bisa menindaklanjuti, karena Elshinta sudah berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki karakter kuat di kalangan pendengar radio,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat menerima jajaran manajemen Radio Elshinta di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2025).
Dengan pengalaman lebih dari setengah abad dan jaringan siaran di sembilan kota besar di Indonesia, Elshinta dianggap mampu menjangkau masyarakat secara hangat dan terpercaya. Karakter siaran radio yang personal dan informatif dinilai masih sangat relevan di tengah dominasi platform digital.
“Termasuk saya dulu, waktu masih jadi jurnalis, pasti dengar Elshinta sebelum berangkat liputan. Bahkan sebelum wawancara, rujukan utama adalah radio karena waktu itu internet belum secepat sekarang,” kenang Meutya.
Kerja sama ini akan difokuskan untuk menyebarluaskan kebijakan publik, meningkatkan literasi digital, dan meluruskan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Komdigi melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media kini tengah menyiapkan format siaran yang lebih komunikatif dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
“Saya ucapkan selamat datang dan mohon kesiapan dari Elshinta untuk membantu mengomunikasikan program-program kami. Komunikasi publik adalah salah satu tugas utama Komdigi,” kata Meutya tegas.
Ia menambahkan, sinergi dengan media menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi pemerintah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Materi komunikasi akan dikelola secara kolaboratif bersama Presidential Communication Office dan Kementerian Sekretariat Negara.
“Memang ada penguatan pada aspek media dalam kerja sama ini. Materi kami sebagian besar juga berasal dari Kantor Istana, khususnya Kementerian Sekretariat Negara,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa di tengah derasnya digitalisasi, media klasik seperti radio masih memegang peran strategis. Radio tetap menjadi suara akrab di telinga masyarakat dan menjadi jembatan penting antara pemerintah dan publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....