Kemkomdigi Tindak 43 Ribu Konten Judol Awal 2025
- 09 Jan 2025 21:27 WIB
- Meulaboh
KBRN, Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus bekerja keras membersihkan ruang digital dari aktivitas negatif seperti perjudian online (judol). Pada periode 1-6 Januari 2025, Kemkomdigi telah menindak 43.063 konten, akun, dan situs terkait aktivitas tersebut.
“Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menkomdigi Meutya Hafid, kami berkomitmen melindungi generasi muda dari konten judol, pinjaman online ilegal, dan konten negatif lainnya. Hal ini bertujuan menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Plt Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Molly Prabawaty, di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Molly menjelaskan bahwa dari kolaborasi lintas sektor, aduan masyarakat, dan patroli siber sejak 20 Oktober – 6 Januari 2025, Kemkomdigi telah menurunkan 711.522 konten. Rinciannya mencakup 652.147 website/IP, 29.964 konten di platform Meta, 17.836 file sharing, 6.842 di Google/YouTube, 4.075 di platform X, 435 di Telegram, dan 219 di TikTok.
Secara total sejak 2017 hingga 6 Januari 2025, Kemkomdigi telah memblokir 5,5 juta konten terkait judol. Beberapa akun besar di Instagram, seperti @becandayo (326 ribu pengikut), @putridelvasyakira (670 ribu pengikut), dan @hitzmedsos (338 ribu pengikut), juga diblokir karena terafiliasi dengan promosi judol.
Menurut Molly, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak, termasuk jenis permainan yang mereka mainkan. Orang tua harus memastikan game sesuai usia agar anak-anak terhindar dari potensi paparan konten perjudian.
“Mari jadikan pengawasan digital sebagai prioritas agar anak-anak tumbuh sehat, aman, dan bebas dari paparan perjudian. Kami juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan menghindari konten serta situs perjudian online,” kata Molly menegaskan.
Kemkomdigi mengimbau masyarakat untuk melaporkan temuan terkait promosi atau konten judol melalui website www.aduankonten.id, WhatsApp: 0811-9224-545, dan Chatbot Stop Judi Online: 0811-1001-5080.
“Bersama, kita bisa melindungi keluarga dan komunitas dari bahaya judol. Mari kita bangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ucap Molly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....