Terinspirasi Fatimah Az-Zahra, Kisah Putriani di Balik Rujak Ie Mameh

  • 01 Okt 2026 17:35 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Di balik segarnya Rujak Ie Mameh, ada cerita tentang perjuangan, inspirasi, sekaligus keinginan untuk memperkenalkan identitas Aceh lewat sebuah usaha kuliner. Putriani, S.Sos, Owner Rujak Ie Mameh, memilih rujak bukan sekadar sebagai produk jualan, tetapi juga sebagai cara memperkenalkan cita rasa dan nama khas Aceh kepada lebih banyak orang.

Cerita tersebut dibagikan Putriani saat hadir dalam program UMKM Corner RRI Meulaboh dengan tema “Rujak Ie Mameh: Camilan Segar yang Bikin Nagih”. Dalam kesempatan itu, Putriani menceritakan ketertarikannya menjalankan usaha rujak yang juga terinspirasi dari kisah perjuangan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Baginya, semangat bekerja dan tidak mudah menyerah menjadi nilai yang ingin ia terapkan dalam menjalankan usaha.

Nama “Ie Mameh” sendiri dipilih karena Putriani ingin membawa nuansa Aceh dalam produk yang diperkenalkannya. “Ie Mameh” yang berarti air manis menjadi nama yang mudah diingat sekaligus membawa identitas lokal. Melalui nama tersebut, Putriani ingin memperkenalkan istilah Aceh kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya melalui produk kuliner yang dekat dengan keseharian.

Rujak Ie Mameh hadir dengan potongan buah segar yang dipadukan dengan racikan kuah atau saus rujak bercita rasa khas. Perpaduan rasa manis, pedas, segar dan gurih membuat camilan ini cocok dinikmati di berbagai suasana, terutama saat cuaca panas atau ketika ingin mencari makanan ringan yang menyegarkan.

Bagi Putriani, membangun usaha tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ada keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, menjaga kualitas produk dan memahami selera pelanggan. Dari usaha sederhana tersebut, ia berharap Rujak Ie Mameh bisa terus berkembang sekaligus menjadi salah satu produk lokal yang membawa nama Aceh.

Kehadiran Rujak Ie Mameh di program UMKM Corner juga menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih dekat usaha kuliner lokal kepada masyarakat. Tidak hanya soal rasa, cerita di balik sebuah produk juga menjadi bagian penting yang membuatnya memiliki karakter dan identitas tersendiri.

Putriani berharap Rujak Ie Mameh tidak hanya dikenal sebagai camilan segar, tetapi juga sebagai produk yang membawa semangat lokal dan memperkenalkan nama serta cita rasa Aceh. Dari seporsi rujak, ada harapan agar semakin banyak orang mengenal kuliner Aceh dan tertarik untuk mencicipi serta mendukung produk-produk UMKM daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....