Tanggal Tua Tiba, Ide Masak Hemat Makin Kreatif

  • 19 Agt 2026 22:33 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Tanggal tua sering datang bersama satu persoalan klasik: isi dompet mulai menipis, sementara urusan makan tetap berjalan setiap hari. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti harus mengandalkan mi instan atau makanan seadanya. Dengan bahan sederhana seperti telur, tahu, tempe, sayuran, dan nasi sisa, dapur justru bisa menjadi tempat menguji kreativitas.

Memasuki akhir bulan, menu rumahan yang hemat dapat tetap dibuat menarik dengan mengolah bahan yang mudah ditemukan menjadi hidangan berbeda. Nasi sisa, misalnya, dapat diolah menjadi nasi goreng sayur atau nasi telur. Sementara tahu dan tempe bisa dimasak menjadi tumisan, pepes, orek, hingga campuran telur dadar.

Kementerian Kesehatan RI menyebut telur, tahu, dan tempe sebagai contoh sumber protein yang dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang. Kemenkes juga menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus berasal dari bahan pangan yang mahal. Pemilihan bahan yang mudah ditemukan, segar, kaya nutrisi, dan sesuai kebutuhan dapat membantu masyarakat menyiasati pengeluaran pangan.

Pilihan pertama yang bisa dicoba adalah nasi goreng sederhana. Nasi putih yang tersisa dapat dipadukan dengan telur, irisan sayuran, bawang, dan bumbu dapur yang tersedia. Selain menghemat bahan, cara ini juga membantu mengurangi makanan yang terbuang.

Menu berikutnya adalah telur dadar sayur. Telur cukup dikocok bersama daun bawang, wortel, kol, atau sayuran lain yang tersedia. Menu sederhana ini dapat menjadi lauk sekaligus cara untuk menambahkan sayuran ke dalam makanan.

Bagi pencinta tahu dan tempe, dua bahan tersebut juga bisa dibuat lebih variatif. Tempe dapat diolah menjadi orek, tempe tumis kecap, atau tempe goreng dengan sambal sederhana. Sedangkan tahu dapat dimasak menjadi pepes, tumisan, atau dicampurkan ke dalam sup sayuran. Kementerian Kesehatan bahkan memasukkan pepes tahu, opor tahu dan tempe, tumis kangkung, sayur asem, serta capcay sebagai contoh hidangan yang dapat dibuat dari bahan yang relatif sederhana.

Tempe sendiri juga memiliki nilai gizi dan dikenal sebagai salah satu pangan yang terjangkau. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Mutu Pangan IPB University menyebut tempe sebagai pangan yang bernutrisi, sehat, dan terjangkau, meskipun aspek keamanan dan higienitas dalam proses produksinya tetap perlu diperhatikan.

Agar pengeluaran semakin terkendali, memasak juga dapat dimulai dari perencanaan. Bahan yang sudah tersedia di rumah sebaiknya diperiksa sebelum berbelanja. Membuat daftar menu beberapa hari ke depan dapat membantu menghindari pembelian bahan yang sebenarnya belum diperlukan. Kemenkes juga menyarankan memilih bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, segar, dan sesuai kebutuhan serta memasak dalam jumlah secukupnya untuk mengurangi pemborosan makanan.

Meski sedang menghemat, aspek gizi tetap perlu diperhatikan. Kemenkes melalui panduan Isi Piringku mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan makanan yang beragam, mencakup sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Tidak ada satu bahan makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh, sehingga keberagaman makanan tetap penting.

Karena itu, tanggal tua tidak harus identik dengan menu yang membosankan. Dengan memanfaatkan bahan yang ada, memilih pangan lokal, dan berani mengolah satu bahan menjadi beberapa jenis hidangan, pengeluaran bisa ditekan tanpa mengorbankan variasi makanan. Pada akhirnya, dompet boleh menipis menjelang akhir bulan, tetapi kreativitas di dapur justru bisa semakin "tebal".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....