Nikmatnya Bukulah Menggugah Selera Harum Lezat dan Ramah Lingkungan

  • 23 Jul 2026 13:01 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID. Meulaboh,- Di tengah maraknya penggunaan kemasan modern, tradisi menyantap nasi yang dibungkus daun pisang atau yang dikenal masyarakat Aceh sebagai bu kulah tetap bertahan dan digemari. Selain menghadirkan cita rasa yang khas, cara penyajian ini juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Aceh, khususnya di sejumlah daerah pedesaan, bu kulah bukan sekadar nasi yang dibungkus daun pisang. Kuliner tradisional ini memiliki nilai budaya yang erat dengan kebersamaan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam. Tak heran jika bu kulah masih sering disajikan dalam kegiatan gotong royong, kenduri, pengajian, acara kantor, hingga bekal perjalanan.

Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus memberikan aroma alami yang meresap ke dalam nasi saat masih hangat. Aroma tersebut menciptakan sensasi berbeda yang sulit ditemukan pada nasi yang dikemas menggunakan plastik atau wadah berbahan sintetis. Selain membuat nasi lebih harum, daun pisang juga membantu menjaga kelembapan sehingga nasi tetap pulen dan lezat.

Keistimewaan bu kulah semakin terasa ketika dipadukan dengan beragam lauk tradisional, seperti ikan asin, sambal, rendang, ayam goreng, telur balado, hingga aneka sayur khas Aceh. Perpaduan rasa sederhana namun autentik itu menghadirkan pengalaman kuliner yang selalu dirindukan, baik oleh masyarakat setempat maupun para perantau yang pulang ke kampung halaman.

Di balik kenikmatannya, penggunaan daun pisang juga memiliki manfaat bagi lingkungan. Sebagai bahan alami yang mudah terurai, daun pisang menjadi alternatif kemasan ramah lingkungan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....