Udang Gala Sungai Barumun: “Emas” dari Dasar Sungai Milik Desa Tanjung Mulia

  • 30 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Sungai Barumun yang membelah Desa Tanjung Mulia menyimpan harta yang tak ternilai bagi warganya: udang gala. Bentuknya lebih besar dari udang biasa, capitnya kokoh, dan dagingnya padat. Karena warnanya keemasan saat direbus, warga menyebutnya “emas dari sungai”. Setiap musim tertentu, tepi Barumun jadi ramai orang menebar jaring atau menyelam mencari udang ini.

Udang gala tidak dibudidayakan di tambak. Ia hidup liar di arus Sungai Barumun yang masih jernih dan berbatu. Karena itu hasil tangkapannya terbatas dan tidak tiap hari ada. Warga Tanjung Mulia biasanya turun ke sungai pagi-pagi saat air mulai surut. Satu ember udang gala bisa jadi rebutan, baik untuk lauk keluarga maupun dijual ke pasar kecamatan.

Cara masak udang gala di Tanjung Mulia juga sederhana. Cukup rebus dengan garam dan daun salam, atau bakar di atas bara seperti bakar ikan. Tidak perlu bumbu berlapis-lapis. Justru rasa manis alami dagingnya yang jadi bintang. Kulitnya garing, dagingnya gurih, dan aroma sungai Barumun masih terasa di setiap suapan.

Bagi warga, udang gala lebih dari sekadar lauk. Ia jadi penanda musim, jadi alasan kumpul keluarga, dan jadi kebanggaan desa. Kalau ada tamu datang, menu udang gala rebus selalu disajikan pertama. Sepiring udang gala di meja artinya tuan rumah menghormati tamu dengan hasil terbaik dari sungai mereka.

Sayangnya, “emas” Sungai Barumun ini makin jarang. Warga Tanjung Mulia sadar kelestarian sungai harus dijaga agar udang gala tidak punah. Menjaga kebersihan sungai, tidak pakai racun, dan tidak mengambil udang terlalu kecil jadi aturan tak tertulis. Karena kalau sungainya rusak, hilang juga “emas” yang selama ini menghidupi dan mempersatukan warga Tanjung Mulia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....