Bakar Ikan Gaya Desa Sibargot, Manfaatkan Bara dan Rak Kawat Buatan Sendiri
- 30 Mei 2026 14:10 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Di Desa Sibargot, membakar ikan tidak butuh alat modern atau oven mahal. Warga cukup memanfaatkan bara api dari kayu bakar dan rak kawat sederhana yang dibuat sendiri. Rak dari bingkai kayu dengan kawat di bagian tengah jadi tempat puluhan ikan digelar sekaligus. Cara ini sudah turun-temurun dipakai karena praktis dan hasilnya merata.
Prosesnya dimulai dengan menyiapkan bara dari kayu bakar yang sudah jadi arang. Api besar tidak dipakai agar ikan tidak cepat gosong. Ikan yang sudah dibumbui lalu disusun rapi di atas kawat. Rak kayu disangga di kiri-kanan, sehingga jarak ikan ke bara bisa dijaga. Sesekali ikan dibalik pakai kayu panjang agar matang sempurna di kedua sisi.
Penggunaan rak kawat buatan sendiri punya kelebihan. Panas dari bara bisa menyebar ke seluruh permukaan ikan, jadi tidak ada bagian yang mentah. Asap dari kayu bakar juga memberi aroma khas yang tidak bisa didapat dari kompor. Dalam sekali bakar, puluhan ikan bisa matang bersamaan. Ini sangat membantu saat ada acara kumpul keluarga atau gotong royong.
Warga Sibargot biasanya memilih ikan air tawar untuk dibakar dengan cara ini. Ikan dibersihkan, dilumuri bumbu sederhana seperti garam, kunyit, dan bawang, lalu langsung dibakar. Tidak ada margarin atau saus tambahan saat pembakaran. Justru kesederhanaan inilah yang membuat rasa ikan bakar jadi lebih alami dan gurih.
Cara bakar ikan seperti di Desa Sibargot membuktikan bahwa makanan enak tidak harus ribet. Cukup bara, kawat, kayu, dan ikan segar, hidangan sudah siap disantap bersama nasi hangat. Tradisi sederhana ini bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga cara warga menjaga kebersamaan sambil menikmati hasil alam sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....