Karupuak Leak, Jajanan Khas Minang yang Tetap Digemari Berbagai Kalangan
- 15 Apr 2026 19:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Karupuak leak, jajanan tradisional khas Sumatera Barat yang dikenal dengan perpaduan kerupuk renyah, kuah sate Padang, dan tambahan bihun. Hingga kini masih menjadi salah satu kuliner legendaris yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Minangkabau.
Makanan ini memiliki ciri khas penyajian berupa kerupuk berbahan dasar singkong atau ubi yang disiram kuah sate kental berbumbu rempah, kemudian ditambah mie kuning atau bihun serta taburan bawang goreng. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan tekstur renyah menjadikannya favorit lintas generasi, terutama sebagai jajanan kaki lima di sekitar sekolah dan kawasan wisata kuliner.
Karupuak leak juga dikenal dengan berbagai sebutan lain seperti karupuak kuah atau karupuak mie. Penamaan “leak” dalam bahasa Minang merujuk pada kondisi “baleak” atau berantakan, karena saat disantap kuahnya sering tumpah dan membuat makanan menjadi tidak rapi.
Selain populer sebagai jajanan masa kecil, karupuak leak juga menjadi bagian dari identitas kuliner Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah Sumatera Barat, termasuk kawasan Bukittinggi dan Padang. Hidangan ini biasanya dijual di warung kaki lima hingga area wisata dengan harga terjangkau, sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Dari sisi bahan, kerupuk yang digunakan umumnya berbahan dasar singkong atau tepung yang digoreng hingga mengembang, kemudian disiram kuah sate Padang berbahan santan dan rempah khas. Kuah inilah yang menjadi kunci cita rasa kuat dan membuat kerupuk menjadi lembek namun tetap gurih saat disantap.
Di Kota Padang, Karupuak Leak mudah ditemukan di sepanjang kawasan Pantai Padang atau Taplau, terutama pada sore hingga malam hari ketika area tersebut ramai dikunjungi warga untuk berwisata kuliner. Selain karena rasanya yang gurih dan renyah, daya tarik karupuak leak juga terletak pada harganya yang terjangkau. Di pasaran, camilan ini dijual dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi, tergantung ukuran dan tambahan topping atau bumbu yang digunakan.
Hingga kini, karupuak leak tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Keberadaannya tidak hanya menjadi makanan ringan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner lokal yang terus diminati masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....