Mulai Berjualan, Lapak Nasi Gurih Diserbu Pembeli Pagi
- 26 Mar 2026 10:03 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Suasana pagi di kawasan pemukiman warga pada H+6 Lebaran Idul Fitri mulai kembali bergairah. Setelah hampir sepekan meliburkan diri untuk merayakan hari kemenangan, para penjual nasi gurih dan lontong legendaris terpantau sudah mulai membuka kembali lapak dagangan mereka sejak pagi tadi. Kehadiran para pedagang ini disambut antusias oleh warga yang mulai merindukan menu sarapan khas setelah bosan dengan hidangan bersantan khas Lebaran.
Sejak pukul 07.00 WIB, antrean pembeli sudah terlihat mengular di salah satu lapak nasi gurih populer. Para pelanggan yang didominasi oleh warga sekitar dan pekerja yang sudah mulai masuk kantor tampak sabar menunggu giliran. Aroma harum dari nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah seolah menjadi magnet yang menarik siapa saja yang melintas di depannya.
Pemilik lapak nasi gurih mengaku sengaja memilih hari keenam setelah Lebaran untuk mulai berjualan karena permintaan pelanggan yang sudah sangat tinggi melalui pesan singkat. Meskipun harga beberapa bahan baku di pasar belum sepenuhnya stabil, ia tetap mempertahankan porsi dan rasa yang sama demi menjaga loyalitas pembelinya. "Banyak yang tanya kapan buka, jadi hari ini kami putuskan untuk gas jualan lagi," ujarnya kak lina kepda RRI sambil membungkus pesanan.
Menu yang paling banyak dicari tetaplah nasi gurih dengan kerupuk merah, dan sambal teri kacang yang menggugah selera. Selain itu, lontong sayur dengan kuah kuning yang kental juga menjadi primadona bagi mereka yang menginginkan tekstur lebih lembut di pagi hari. Dalam waktu kurang dari tiga jam pantauan RRI , sebagian besar lauk pauk yang disediakan sudah ludes terjual.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa roda ekonomi sektor kuliner mikro sudah mulai berputar normal kembali setelah masa cuti bersama. Para pedagang kecil ini mengakui bahwa omzet pada hari pertama berjualan pasca-Lebaran seringkali melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Hal ini dikarenakan belum semua warung makan buka, sehingga persaingan masih relatif sedikit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....