Nastar Sang 'Queen' Primadona Lebaran yang Tak Tergantikan

  • 17 Mar 2026 12:16 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Jelang Hari Raya Idul Fitri, aroma panggangan kue kering mulai tercium dari berbagai dapur rumah tangga, Selasa 17 Maret 2026. Di antara banyaknya variasi kue kering seperti kastengel, putri salju, atau kue semprit, Nastar tetap berdiri kokoh sebagai "Queen" atau primadona utama yang wajib hadir di meja tamu saat Lebaran.

Kue kering berbahan dasar tepung terigu, mentega, dan kuning telur dengan isian selai nanas ini seolah menjadi simbol wajib yang harus ada di meja tamu. Popularitasnya tidak pernah turun, bahkan selalu dicari oleh berbagai kalangan, mulai dari generasi tua hingga milenial dan Gen Z.

1. Mengapa Nastar Begitu Istimewa?

Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam dari selai nanas memberikan sensasi tersendiri yang melekat di lidah masyarakat Indonesia. Bentuknya yang kecil, bulat, dan lumer di mulut membuatnya menjadi camilan yang adiktif.

2. Sejarah Panjang Nastar

Ternyata, popularitas nastar memiliki sejarah yang panjang. Berasal dari bahasa Belanda, Ananas (nanas) dan Taartjes (tart), kue ini merupakan adaptasi dari kue pai Eropa yang menggunakan selai blueberry atau stroberi. Karena nanas lebih mudah ditemukan di Indonesia, masyarakat kolonial dulu menggantinya dengan selai nanas. Seiring berjalannya waktu, tradisi mengirimkan kue ini kepada keluarga bangsawan saat perayaan hari besar menyebar, hingga akhirnya menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Indonesia saat Idul Fitri.

3. Primadona di Era Modern

Meskipun saat ini banyak bermunculan jenis kue kering viral, nastar tetap menempati posisi teratas sebagai kue kering paling dicari. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari nastar klasik, nastar keju, hingga nastar premium dengan selai nanas organik.

4. Tips Menikmati Nastar

Meski rasanya lezat, ahli gizi mengingatkan untuk tidak mengonsumsi nastar berlebihan. Satu buah nastar diketahui memiliki kalori sekitar 60 kkal. Disarankan untuk menikmatinya secukupnya agar tubuh tetap sehat pasca perayaan Lebaran.

Keberadaan nastar tidak sekadar menjadi kudapan, melainkan simbol kemakmuran dan kebersamaan yang terus terjaga dari tahun ke tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....