Jejak Sejarah Agar-Agar: Dari Sup yang Terbuang hingga Bongkar Mitos Diet Si Kenyal

  • 27 Feb 2026 23:05 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, MEULABOH - Siapa yang menyangka kalau camilan kenyal favorit kita semua, agar-agar, punya sejarah yang sangat dramatis? Bukan hasil eksperimen laboratorium modern, agar-agar ternyata ditemukan karena sebuah ketidaksengajaan yang terjadi ratusan tahun lalu di negeri sakura. Jumat,(27/2/2026).

Tragedi Musim Dingin yang Membawa Berkah

Kisah bermula di Jepang sekitar tahun 1658. Seorang pemilik penginapan bernama Minoya Tarazaemon tidak sengaja membuang sisa sup rumput lautnya ke luar rumah saat musim dingin menyengat.

Keesokan paginya, ia terkejut melihat sup tersebut berubah menjadi zat putih seperti busa karena membeku. Setelah terkena sinar matahari dan mengering, zat itu berubah menjadi lembaran putih transparan. Inilah cikal bakal Kanten (sebutan agar-agar di Jepang) yang kita kenal sekarang. Dari sebuah "sampah dapur" yang membeku, dunia kini mengenal makanan berserat tinggi yang sangat praktis.

Bongkar Mitos vs Fakta Seputar Agar-Agar

Sering dengar kabar burung soal agar-agar? Yuk, kita bedah mana yang benar dan mana yang cuma sekadar mitos:

1. "Agar-agar itu sama saja dengan Jelly atau Nutrijell"

Ini adalah kekeliruan yang paling umum! Faktanya, mereka bersaudara tapi tidak sama. Agar-agar murni berasal dari rumput laut merah (Gracilaria) yang hasilnya bertekstur lebih padat dan renyah saat digigit. Sementara Jelly biasanya mengandung campuran karagenan atau konnyaku yang membuatnya terasa sangat kenyal dan elastis.

2. "Makan agar-agar otomatis bikin badan kurus"

Mitos ini sering membuat orang salah kaprah. Faktanya, agar-agar memang sahabat diet karena seratnya tinggi dan bikin kenyang tahan lama, tapi ia bukan pembakar lemak ajaib. Kamu tetap perlu menjaga pola makan dan olahraga. Jadi, jangan berharap kurus kalau makan agar-agarnya pakai susu kental manis satu kaleng, ya!

3. "Harus masuk kulkas supaya bisa membeku"

Banyak yang mengira suhu dingin adalah syarat mutlak. Padahal, secara alami agar-agar murni bisa membeku di suhu ruang (sekitar 32°C hingga 40°C). Fungsi kulkas sebenarnya hanya untuk mempercepat prosesnya dan memberikan sensasi dingin yang segar saat disantap.

4. "Bisa menggantikan asupan sayuran"

Meski sama-sama punya serat, agar-agar tidak bisa mempensiunkan sayuran dari piringmu. Sayur-sayuran hijau punya ragam vitamin dan mineral kompleks yang tidak dimiliki oleh agar-agar. Anggaplah agar-agar sebagai asisten sayuran, bukan penggantinya.

Tahukah Kamu?

Nama "Agar-agar" sendiri ternyata diambil dari Bahasa Melayu. Kenapa bisa populer secara global? Karena rumput laut kualitas terbaik banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara. Di dunia sains, agar-agar juga berjasa besar sebagai media penelitian bakteri di laboratorium karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah meleleh kecuali dipanaskan di atas 85°C.

Nah, jadi lebih tahu kan sekarang? Ternyata di balik kelezatannya, ada sejarah panjang dan fakta ilmiah yang keren.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....