Kuah Beulangong, Kuliner Tradisional Aceh

  • 28 Jan 2026 12:17 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kuah beulangong merupakan kuliner tradisional Aceh yang identik dengan kegiatan adat dan perayaan keagamaan.

Masakan berbahan dasar daging sapi atau kambing ini dimasak secara bersama-sama dalam kuali besar, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Aceh.

Hingga kini, kuah beulangong tetap menjadi simbol solidaritas sosial di berbagai gampong.

Kuah beulangong tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga memiliki makna spiritual dan simbol kebersamaan. Dalam adat Aceh, proses memasak makanan ini hanya boleh dilakukan oleh kaum pria. Proses memasaknya pun unik, kuah harus diaduk berlawanan dengan arah jarum jam sambil bersholawat. Ini dipercaya sebagai wujud dari kegiatan spiritual, seperti simbol tawaf dalam ibadah haji.

 Di berbagai wilayah seperti Banda Aceh dan Aceh Besar, memasak kuah ini menjadi tradisi yang diadakan secara gotong-royong di meunasah atau masjid.

Sejarah kuliner ini menunjukkan pengaruh dari berbagai budaya. Kuah beulangong memadukan daun kari yang dibawa oleh pedagang India dengan rempah-rempah lokal Nusantara, menciptakan cita rasa yang khas. Uniknya, dahulu biji ganja pernah digunakan dalam bumbu masakan ini sebagai pengempuk daging dan penyedap rasa, meski sekarang penggunaan tersebut sudah dilarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....