Asam Sunti Bumbu Khas Aceh Yang Kaya sejarah

  • 27 Sep 2024 15:12 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Cita rasa masakan tradisional Aceh mengandalkan asam dan pedas. Dari beragam bumbu tradisional yang berasa asam, ada satu yang jarang absen dari dapur masyarakat Aceh. Namanya asam sunti. Kenikmatan dan keharuman dari bahan masakan ini biasa ditemui pada bumbu kari dan gulai. Yang dikutip dari berbagai sumber oleh RRI. Jum'at (27/9/2024 ) Rasa asamnya yang segar membuat masakan jadi enak dan kaya rasa serta aroma.


Asam sunti merupakan salah satu bumbu masak khas aceh yang tidak termasuk dalam kategori rempah-rempah. Bahkan asam sunti ini bukan bumbu masakan yang diincar oleh bangsa Eropa dalam mencapai kejayaannya (kejayaan merupakan point ketiga dari tujuan mereka ke indonesia selain dari kekayaan/gold, glory/kejayaan dan gospel/penyebaran agama). Dan tidak bisa diragukan lagi bahwa asam sunti ini sudah ada sejak dari dulu dan dipakai dalam masakan Aceh bahkan jauh dari masa kerajaan Aceh menjadi kerajaan lima besar di dunia.


Asam sunti merupakan bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan. Bagi kebanyakan orang Aceh, bumbu satu ini wajib ada di dapur. Kegunaannya banyak dipakai untuk memberi rasa asam gurih. Biasanya, bumbu dapur ini terdapat pada masakan yang memiliki rasa asam dan pedas, seperti uengkoet keumamah, gule asam keueung, dan lainnya.


Setiap ibu rumah tangga di Aceh, kerap menyediakan asam sunti ini di dapur. Ini menjadi bumbu wajib yang harus dimiliki. Sebab, tanpa asam sunti, masakan Aceh tidak akan pernah terwujud. Alasannya, asam sunti merupakan bumbu yang sangat konvensional dan sensasional. Rasanya yang asam, menjadikan masakan Aceh memiliki ciri khas yang sangat berbeda dengan kuliner daerah lain. Jika berada di daerah manapun, tetapi tetap memasak menu yang menggunakan asam sunti, seolah tetap merasakan masih berada di Aceh.


Asam Sunti tidak hanya sekedar bumbu, bisa dikatakan ia adalah simbol warisan budaya kearifan lokal Aceh. Hal ini dapat dikatakan pada proses pembuatannya yang melalui cara pengasinan dan pengeringan merupakan teknik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap potongan Asam Sunti membawa cerita tentang Upaya menjaga tradisi dan menciptakan rasa yang autentik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....