Mengenal Sinar UVA dan UVB Yang Sangat Bahaya Bagi Bagi Kulit

  • 27 Apr 2024 16:51 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Sinar matahari memancarkan sinar UV selama 24 jam dan tersebar ke Bumi mengikuti rotasinya. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), ada tiga klasifikasi panjang gelombang pada sinar UV, yaitu UVA -( gelombang panjang ), UVB ( gelombang pendek ), dan UVC ( gelombang sangat pendek ).

Sebelumnya yuk kita bahas dulu apa itu UVA,UVB,UVC ?

1. UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dan menyebabkan penuaan kulit ( keriput, dan noda hitam atau flek ).

2. UVB dapat menyebabkan kulit perih, terasa terbakar, membuat kulit lebih gelap atau gosong, kanker kulit, merusak DNA kulit, dan mengurangi keefektifan sistem imun.

3. UVC, tidak bisa masuk ke permukaan Bumi karena diserap lapisan ozon.

Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang bisa merusak kulit. Jadi di antara semua sinar ultra violet, UVC adalah yang paling merusak kulit. Untungnya, lapisan ozon bumi mampu menghalau sinar UVC sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang menembus ke bumi.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko pada kulit akibat paparan sinar UV adalah, dengan menggunakan suncreen atau tabir surya. Secara umum, radiasi UVA dan UVB pada kulit paling tinggi terpapar pada rata-rata jam 11.00 sampai jam 14.00.

Di Indonesia, masih banyak ketidak pedulian terhadap bahaya sinar UV. Sebenarnya sangat penting untuk tetap memberikan perlindungan terhadap kulit dari paparan sinar UV.

Gunakan sunscreen dengan perlindungan terhadap UVA dan UVB.Pastikan suncreen mengandung SPF (proteksi terhadap UVB) minimal 30 dan PA (proteksi terhadap UVA) setidaknya PA+++ atau lebih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....