Mengenal Tumor/Canser

  • 03 Okt 2026 23:07 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID , Meulaboh - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh terus meningkatkan dan memperbanyak fasilitas layanannya untuk masyarakat Aceh Barat.

Salah satu peningkatan fasilitas prioritas tersebut adalah penyediaan layanan penanganan kanker serta fasilitas kemoterapi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD CND Meulaboh, Emi Hartini, S.K.M., dalam program acara ,Indonesia Sehat ,dialog interaktif RRI Meulaboh bertajuk Mengenal Tumor dan Kanker pada Jumat (2/10/2026).

Emi mengungkapkan bahwa dengan tersedianya dokter spesialis dan tempat kemoterapi di RSUD CND Meulaboh, pasien dari wilayah Aceh Barat yang membutuhkan tindakan penanganan kanker kini tidak perlu lagi jauh-jauh dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

,Harapan kita, masyarakat bisa lebih menghemat biaya dan lebih mudah jika didampingi keluarga. Kami dari PKRS terus bersosialisasi agar masyarakat tahu bahwa layanan rumah sakit terus diperbanyak,,ujar Emi.

Emi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendiamkan diri di rumah dan menunda pengobatan hingga kondisi fisik melemah atau memasuki stadium akhir.

Masyarakat diminta tidak berspekulasi atau merasa takut saat menemukan benjolan atau keluhan pada tubuh.

Jangan takut ketika mendengar ada benjolan atau tumor. Tidak mungkin langsung dipembedahan, pasti ditegakkan diagnosis dan diperiksa dengan benar terlebih dahulu sebelum diambil tindakan,,jelasnya.

Dalam dialog tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD CND Meulaboh, dr. Rifi Wahyuni, Sp.P.D., turut memberikan edukasi medis mengenai perbedaan dasar antara tumor jinak dan tumor ganas (kanker).

dr. Rifi menjelaskan bahwa tumor jinak umumnya tumbuh lambat, tidak merusak atau menginvasi jaringan di sekitarnya, serta cukup ditangani dengan tindakan pembedahan tanpa memerlukan kemoterapi. Sebaliknya, tumor ganas atau kanker memiliki pertumbuhan sel abnormal yang sangat cepat, menginvasi jaringan sekitar, dan berisiko menyebar ke seluruh organ tubuh.

"Penyebab pasti tumbuhnya kanker atau tumor ganas hingga saat ini masih bersifat idiopatik (belum diketahui secara pasti).

Namun, faktor pemicunya dapat berasal dari dalam tubuh—seperti mutasi genetik—maupun faktor dari luar tubuh," ungkap dr. Rifi.

Beberapa faktor risiko luar yang dapat memicu kerusakan DNA hingga terjadi mutasi genetik antara lain paparan radiasi, paparan zat kimia berlebih, infeksi virus (seperti Hepatitis B dan C), polusi, serta pola hidup yang tidak sehat. Selain itu, trauma fisik berulang atau gesekan dan rangsangan terus-menerus pada area benjolan tertentu (seperti tahi lalat atau lipoma) juga dapat memicu perubahan menjadi tumor ganas.

Guna menekan risiko berkembangnya sel kanker, tim PKRS dan dr. Rifi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Langkah utama yang disarankan meliputi penerapan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, istirahat yang cukup, menghindari makanan berpenyedap tinggi, serta menghindari paparan asap rokok dan polusi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....