Peningkatan Kasus Influenza September 2026 di Indonesia, Masih Tergolong Sedang.

  • 30 Sep 2026 09:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan kasus influenza pada September 2026 yang masih tergolong sedang dan terkendali. Kenaikan kasus tersebut merupakan pola musiman yang rutin terjadi, hingga akhir tahun di Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni menyebut peningkatan kasus influenza merupakan pola musiman yang berulang setiap tahun. Ia mengatakan kasus influenza biasanya meningkat mulai September hingga akhir tahun seiring perubahan pola musim.

“Tipenya sebenarnya influenza itu seasonal atau musiman. Biasanya meningkat sekitar September sampai akhir tahun,” kata Andi Saugini dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Andi mengatakan tren peningkatan influenza Indonesia sejalan dengan kasus global dan negara ASEAN, berdasarkan pemantauan Kemenkes pada September 2026. Kenaikan kasus mencapai 56 persen, masih lebih rendah dibandingkan puncak tren 2023 yang mencapai 68 persen.

“Sebagian besar pasien influenza yang berobat jalan di puskesmas hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Sedangkan tingkat keterisian rumah sakit akibat influenza masih rendah, sehingga belum memberikan tekanan signifikan terhadap layanan kesehatan,” ucap Andi.

Kemenkes juga meluruskan informasi mengenai istilah “Super Flu” yang beredar dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Andi menegaskan istilah “Super Flu” tidak dikenal sebagai nomenklatur resmi oleh Kemenkes maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Istilah itu tidak ada nomenklaturnya di WHO maupun Kementerian Kesehatan. Istilah super flu merujuk kepada Influenza A(H3N2), dan itu bukan dominan di Indonesia,” ujar Andi.

Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dan memakai masker saat sakit atau berada di keramaian. Perhatian khusus diperlukan bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....