Mengapa Angka Pendonor Darah Wanita Masih Rendah?

  • 13 Sep 2026 11:29 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh-Pertisipasi perempuan dalam kegiatan donor darah hingga kini tercatat masih relatif lebih rendah dibandingkan laki-laki. Minimnya jumlah pendonor wanita ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor medis dan ketakutan psikologis. Secara medis, perempuan kerap terkendala syarat kadar hemoglobin (Hb) akibat siklus menstruasi bulanan atau batasan berat badan minimal. Sementara dari sisi psikologis, anggapan bahwa proses donor darah menyakitkan serta mitos akan efek samping negatif masih membayangi pikiran sebagian besar wanita.

Di tengah bayang-bayang ketakutan tersebut, keberanian ditunjukkan oleh Dessi, salah seorang warga yang baru saja menyelesaikan aksi donor darah pertamanya. Saat diwawancarai oleh RRI di lokasi kegiatan, Dessi mengaku sempat dilanda rasa cemas yang amat sangat sebelum mendonorkan darahnya. Keinginan untuk membantu sesama menjadi dorongan utama baginya untuk akhirnya berani melangkah ke meja pendaftaran dan menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

Dessi I mengungkapkan bahwa keraguan utama yang menyelimuti pikirannya awal mulanya berkisar pada kekhawatiran akan kondisi fisiknya setelah darah diambil. "Awalnya takut banget, ragu apakah setelah donor nanti akan tumbang, pusing, atau merasa darah di tubuh jadi tidak cukup," ujar Dessi saat memberikan keterangannya kepada RRI. Bayangan akan rasa lemas serta penusukan jarum sempat membuatnya ragu untuk berpartisipasi.

Namun, rasa takut itu berhasil ia tepis dengan terus menanamkan pemikiran positif dan mempercayai prosedur medis yang dilakukan oleh petugas. Dessi memberanikan diri dan meyakinkan pikirannya bahwa seluruh proses akan berjalan dengan aman serta baik-baik saja. Setelah menjalani pengambilan darah, ia mendapati bahwa ketakutan yang dibayangkannya selama ini tidak terbukti sama sekali dan tubuhnya tetap terasa bugar.

Melalui pengalaman pertamanya ini, Dessi berharap bisa menjadi inspirasi bagi perempuan lain yang masih ragu untuk mendonorkan darah. Ia ingin memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa aksi donor darah sama sekali tidak menakutkan seperti yang dibayangkan. Dessi pun mengajak seluruh perempuan untuk membuang jauh-jauh stigma negatif dan rasa takut, demi membantu menyeleamatkan jiwa sesama yang membutuhkan pasokan darah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....