Tangani Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Aceh Jaya Lakukan Fogging di Panga

  • 12 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Calang – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya merespons laporan kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Tim langsung turun melakukan pengasapan atau fogging fokus di sejumlah pemukiman warga di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panga.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, dr. Ferdiyan,Sabtu 12 September 2026 mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya tanggap untuk memutus rantai penularan virus dengue sekaligus menekan populasi nyamuk dewasa secara cepat dan efektif.

“Merespons laporan kenaikan kasus DBD, UPTD Puskesmas Panga bersama Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Aceh Jaya bersinergi melakukan fogging fokus di pemukiman warga,” ujar dr. Ferdiyan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan fogging dilakukan setelah tim epidemiolog Puskesmas Panga melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Dari hasil verifikasi lapangan ditemukan adanya indikasi penularan lokal, sehingga Dinas Kesehatan Aceh Jaya menerjunkan personel dan dukungan logistik Tim P2PM untuk memperkuat penanganan di wilayah yang dinilai rawan.

Petugas gabungan dari Puskesmas Panga dan Tim P2PM Dinkes Aceh Jaya menyisir lingkungan pemukiman warga dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mesin pengasap.

Pengasapan difokuskan pada bagian dalam dan luar rumah warga yang berada di sekitar lokasi temuan kasus, termasuk saluran air kering, pekarangan kosong, tumpukan barang bekas, semak-semak, serta sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah.

Sebelum fogging dilaksanakan, petugas juga mengimbau masyarakat untuk mengamankan bahan makanan, menutup tempat penampungan air minum, mengungsikan hewan peliharaan, serta membuka jendela setelah pengasapan agar sirkulasi udara kembali bersih.

Dinas Kesehatan Aceh Jaya menegaskan bahwa fogging bukan merupakan satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran DBD, tapi untuk Pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak dapat membasmi telur maupun jentik nyamuk Aedes aegypti.

Karena itu, masyarakat Kecamatan Panga diminta tetap aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin melalui gerakan 3M Plus.

Upaya tersebut meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Sementara langkah Plus dilakukan dengan menaburkan bubuk larvasida atau abate pada tempat penampungan air dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian yang dapat menjadi tempat hinggap nyamuk.

Melalui sinergi Puskesmas Panga, Dinas Kesehatan Aceh Jaya, perangkat desa, dan kader kesehatan, diharapkan mata rantai penularan DBD di Kecamatan Panga dapat segera diputus.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara berkala guna mewujudkan wilayah Panga yang sehat, bersih, dan terbebas dari ancaman demam berdarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....