Dinkes Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak

  • 10 Sep 2026 11:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI,CO.ID, Banda Aceh- Dinas Kesehatan Aceh meminta seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota memperkuat pemantauan kesehatan ibu dan anak serta mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Muzakir, SKM, M.Kes saat mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, SKM, M.Kes dalam pembukaan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan dan Gizi Keluarga Kabupaten/Kota se-Aceh di Ayani Hotel, Banda Aceh, Kamis 6 Agustus 2026.

Muzakir menegaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi tidak boleh hanya menjadi agenda administratif atau sekadar penyampaian laporan. Forum tersebut harus dimanfaatkan untuk melihat persoalan di lapangan, mengevaluasi capaian program, serta menyusun langkah perbaikan yang dapat diterapkan bersama.

Ia juga meminta kabupaten/kota memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan CKG. Menurutnya, pelaporan CKG berdasarkan siklus hidup masih belum optimal sehingga perlu diperkuat agar menghasilkan data yang akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan.

Selain CKG, pemantauan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian. Program kesehatan keluarga dinilai menjadi salah satu fondasi pembangunan kesehatan karena mencakup kesehatan ibu, bayi, anak, remaja hingga keluarga secara menyeluruh.

“Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan dan gizi keluarga di Aceh diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan dampak nyata bagi penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta perbaikan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” harap Muzakir.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah tantangan kesehatan yang masih perlu ditangani. Di antaranya prevalensi stunting Aceh berdasarkan SSGI 2024 sebesar 28,6 persen, cakupan skrining anemia pada remaja yang belum memenuhi target, serta angka kematian ibu dan bayi yang masih berada di atas target.

Muzakir mendorong seluruh kabupaten/kota memperkuat intervensi secara konvergen dan terintegrasi. Peserta juga diminta menggunakan data yang akurat, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi yang dapat segera diterapkan sesuai kondisi masing-masing daerah.

Caption:

Tags:

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....