Hepatitis B Ancam 6,7 Juta Orang Indonesia, Ketahui Gejala dan Pencegahannya
- 24 Agt 2026 16:11 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh -Hepatitis B masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dikutip Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B.
Infeksi Hepatitis B disebabkan oleh virus yang menyerang organ hati. Jika berlangsung dalam jangka panjang dan tidak ditangani, infeksi kronis dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sirosis hati hingga kanker hati.
Salah satu tantangan dalam penanganan Hepatitis B adalah banyak penderita tidak mengalami gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat seseorang dapat tidak menyadari dirinya terinfeksi dan berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Kenali Gejala Hepatitis B
Ketika gejala muncul, penderita dapat mengalami sejumlah keluhan. Di antaranya kulit dan bagian putih mata menguning atau penyakit kuning, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, serta nyeri pada bagian kanan atas perut.
Pada infeksi kronis, keluhan dapat baru terlihat setelah terjadi kerusakan hati yang cukup berat. Kondisi tersebut antara lain dapat ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, pembengkakan atau penumpukan cairan di perut, serta pada kondisi berat dapat terjadi perdarahan saluran pencernaan.
Namun, tidak semua orang yang terinfeksi Hepatitis B mengalami gejala. Karena itu, pemeriksaan atau skrining menjadi penting, terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko.
Bagaimana Hepatitis B Menular?
Virus Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi.
Penularan dapat terjadi dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya, terutama saat proses persalinan. Selain itu, penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi, penggunaan jarum yang tidak steril, serta penggunaan bersama barang pribadi yang dapat terkena darah, seperti pisau cukur atau sikat gigi.
Sebaliknya, Hepatitis B tidak menular melalui kontak sosial biasa, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan atau alat makan, batuk, maupun bersin.
Vaksinasi Jadi Salah Satu Pencegahan Utama
Kementerian Kesehatan mendorong penguatan pencegahan dan deteksi dini Hepatitis B sebagai bagian dari upaya mencapai target Indonesia bebas Hepatitis pada 2030.
Vaksinasi Hepatitis B merupakan salah satu langkah pencegahan utama. Bayi dianjurkan memperoleh vaksin Hepatitis B dosis pertama sesegera mungkin setelah lahir sesuai program imunisasi nasional.
Pencegahan juga dilakukan melalui skrining Hepatitis B pada ibu hamil. Apabila seorang ibu diketahui terinfeksi, tenaga kesehatan dapat melakukan langkah pencegahan penularan dari ibu ke bayi sesuai kondisi dan pedoman medis yang berlaku.
Selain vaksinasi dan skrining, masyarakat juga perlu memastikan penggunaan jarum dan peralatan medis dalam kondisi steril, tidak berbagi barang pribadi yang berpotensi terkena darah, serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Jangan Menunggu Gejala
Hepatitis B dapat berlangsung tanpa gejala dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, masyarakat yang memiliki faktor risiko sebaiknya tidak menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan.
Deteksi dini memungkinkan seseorang mendapatkan pemantauan dan penanganan yang sesuai sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai skrining dan vaksinasi Hepatitis B.
Menjaga kesehatan hati bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan tidak menunda pemeriksaan ketika diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....