Bagaimana Vaksinasi HPV Melindungi Anak Laki-Laki dari Penyakit Kanker?
- 05 Agt 2026 16:31 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) selama ini lebih dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vaksin HPV juga sangat penting bagi anak laki-laki karena mampu melindungi dari berbagai jenis kanker yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut.
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menular melalui kontak kulit ke kulit, terutama saat aktivitas seksual. Infeksi HPV tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga laki-laki, dan dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi kanker serius seperti kanker tenggorokan (orofaring), kanker anus, serta kanker penis.
Menurut data dari berbagai lembaga kesehatan dunia, angka kasus kanker terkait HPV pada laki-laki terus mengalami peningkatan, terutama kanker orofaring yang kini menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak dikaitkan dengan infeksi HPV pada pria. Hal ini menjadi dasar pentingnya pemberian vaksin sejak usia dini.
Vaksin HPV bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus HPV sebelum virus tersebut menginfeksi tubuh. Dengan demikian, risiko terjadinya infeksi kronis yang dapat berkembang menjadi kanker dapat ditekan secara signifikan.
Pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki umumnya direkomendasikan pada usia 9 hingga 14 tahun, sebelum mereka terpapar virus. Pada rentang usia ini, respons imun tubuh terhadap vaksin dinilai lebih optimal sehingga perlindungan yang diberikan lebih maksimal.
Selain melindungi individu, vaksinasi HPV pada laki-laki juga berperan dalam menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan semakin banyak anak laki-laki yang divaksinasi, penyebaran virus HPV di masyarakat dapat ditekan, sehingga turut melindungi perempuan dari risiko kanker serviks.
Dokter spesialis kesehatan anak menekankan bahwa vaksin HPV aman dan telah melalui berbagai uji klinis. Efek samping yang ditimbulkan umumnya ringan, seperti nyeri di lokasi suntikan, demam ringan, atau kelelahan yang bersifat sementara.
Di Indonesia, program vaksinasi HPV mulai diperluas tidak hanya untuk anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kejadian kanker yang disebabkan oleh HPV di masa mendatang.
Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan vaksinasi HPV, seperti kurangnya pemahaman masyarakat, stigma bahwa vaksin hanya untuk perempuan, serta akses layanan kesehatan di beberapa daerah yang belum merata.
Para ahli berharap dengan edukasi yang terus digencarkan, masyarakat semakin memahami pentingnya vaksinasi HPV bagi anak laki-laki. Dengan perlindungan sejak dini, generasi muda diharapkan dapat terhindar dari ancaman kanker yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....