Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar untuk Menjaga Kualitas dan Keamanan

  • 26 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID - Meulaboh : Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupan. Bagi ibu yang tidak selalu dapat menyusui bayi secara langsung, ASI perah dapat menjadi pilihan agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi. Namun, penyimpanan ASI perah harus dilakukan dengan cara yang tepat agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

Memerah ASI menjadi pilihan agar asupan gizi anak tetap terpenuhi, khususnya bagi para ibu menyusui yang bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Itu sebabnya penting untuk mengetahui bagaimana penyimpanan ASI perah yang benar.

Ada berbagai pilihan tempat penyimpanan ASI perah, seperti di botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, atau kemasan plastik khusus untuk ASI (kantong ASI).

Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan umum. Hal ini karena tempat penyimpanan ASI turut memengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

Sebelum memerah ASI, ibu dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. ASI perah kemudian disimpan dalam wadah khusus ASI yang bersih dan tertutup rapat. Setiap wadah sebaiknya diberi label berisi tanggal dan waktu pemerahan untuk memudahkan penggunaan ASI berdasarkan urutan waktu penyimpanan.

ASI perah yang baru diperah dapat disimpan pada suhu ruangan hingga sekitar 4 jam apabila suhu ruangan tidak lebih dari 25 derajat Celsius. Jika disimpan di dalam kulkas dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah, ASI dapat bertahan hingga 4 hari. Sementara itu, ASI yang disimpan di dalam freezer dapat bertahan lebih lama, dengan kualitas terbaik jika digunakan dalam waktu sekitar 6 bulan.

Untuk menjaga kualitas ASI, ibu sebaiknya menyimpan ASI di bagian dalam kulkas atau freezer dan menghindari penyimpanan di bagian pintu karena suhu di area tersebut lebih sering berubah. ASI juga sebaiknya disimpan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan sekali minum untuk mengurangi risiko ASI terbuang.

Saat akan diberikan kepada bayi, ASI beku dapat dicairkan secara perlahan di dalam kulkas atau dengan merendam wadah ASI dalam air hangat. ASI tidak dianjurkan dipanaskan menggunakan microwave atau direbus secara langsung karena pemanasan yang tidak merata dapat merusak kandungan nutrisi dan menyebabkan bagian tertentu menjadi terlalu panas.

ASI yang telah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali. Selain itu, apabila bayi sudah minum dari botol dan masih terdapat sisa ASI, sisa tersebut sebaiknya digunakan dalam waktu sekitar 2 jam dan kemudian dibuang.

Dengan menerapkan cara penyimpanan yang baik dan benar, ibu dapat memberikan ASI perah dengan lebih aman sekaligus membantu mempertahankan kualitasnya. Kebersihan selama proses pemerahan, penggunaan wadah yang tepat, serta pengaturan suhu dan waktu penyimpanan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap ibu menyusui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....