Handuk Bisa Menjadi Sarang Bakteri, Ini Cara Menjaganya Tetap Bersih

  • 26 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh– Handuk merupakan perlengkapan pribadi yang digunakan setiap hari setelah mandi. Meski terlihat bersih, handuk yang sering dibiarkan dalam kondisi lembap berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Kondisi lembap setelah digunakan membuat handuk menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman, terutama jika digantung di ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Karena itu, menjaga kebersihan handuk tidak kalah penting dibanding menjaga kebersihan tubuh.

Selain memicu pertumbuhan bakteri, handuk yang jarang dicuci juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengurangi kenyamanan saat digunakan. Bagi orang yang memiliki kulit sensitif, penggunaan handuk yang kurang bersih bahkan berisiko menyebabkan iritasi, gatal, atau memperburuk masalah kulit tertentu. Oleh karena itu, perawatan handuk sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan diri sehari-hari.

Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perlengkapan pribadi seperti handuk sebaiknya tidak digunakan secara bergantian dengan orang lain untuk mengurangi risiko penyebaran kuman. Selain itu, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar handuk tetap higienis, yaitu:

  1. Jemur handuk di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik atau terkena sinar matahari setelah digunakan.
  2. Cuci handuk secara rutin menggunakan deterjen dan air bersih, terutama setelah dipakai sekitar tiga hingga lima kali.
  3. Jangan berbagi handuk dengan orang lain karena dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri atau jamur.
  4. Ganti handuk jika sudah berbau, lembap dalam waktu lama, atau terlihat kotor.

Menjaga kebersihan handuk merupakan langkah sederhana yang sering kali diabaikan, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit dan kebersihan tubuh. Dengan mencuci serta mengeringkan handuk secara benar, masyarakat dapat mengurangi risiko penyebaran kuman sekaligus mendukung pola hidup bersih dan seha

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....