Jangan Asal Pakai Skincare! Begini Cara Merawat Wajah saat Cuaca Panas

  • 24 Jul 2026 21:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah Indonesia membuat banyak orang berlomba-lomba mencoba berbagai produk skincare agar kulit tetap segar. Namun, dermatolog mengingatkan bahwa penggunaan produk secara berlebihan atau tidak sesuai kondisi kulit saat cuaca panas justru dapat memperburuk masalah kulit. Kunci utama perawatan wajah di tengah cuaca terik adalah menjaga kelembapan kulit, melindungi dari paparan sinar ultraviolet (UV), dan memilih produk yang ringan sesuai kebutuhan kulit.

Paparan suhu tinggi, sinar matahari, serta meningkatnya produksi keringat dan minyak menyebabkan kulit bekerja lebih keras. Kondisi tersebut dapat menyumbat pori-pori sehingga memicu munculnya komedo dan jerawat. Selain itu, paparan sinar UV yang berlebihan juga mempercepat penuaan dini, memicu hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Para dermatolog menyarankan masyarakat untuk tidak tergoda menggunakan terlalu banyak produk aktif seperti retinol, AHA, BHA, atau eksfoliator secara bersamaan saat cuaca sedang panas. Penggunaan bahan aktif yang berlebihan dapat membuat lapisan pelindung kulit (skin barrier) menjadi lebih sensitif terhadap panas dan sinar matahari sehingga risiko kemerahan, iritasi, hingga kulit mengelupas menjadi lebih tinggi.

Sebaliknya, rutinitas skincare saat cuaca panas sebaiknya dibuat lebih sederhana. Langkah pertama adalah membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa keringat tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit. Setelah itu, gunakan pelembap dengan tekstur ringan berbahan dasar gel atau lotion agar kulit tetap terhidrasi tanpa terasa berat.

Langkah yang tidak boleh dilewatkan adalah penggunaan tabir surya atau sunscreen. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum, minimal SPF 30, serta tahan air apabila banyak beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen juga perlu dioleskan ulang setiap dua jam, terutama setelah berkeringat atau berenang, agar perlindungannya tetap optimal.

Selain menggunakan skincare yang tepat, perlindungan fisik juga memiliki peran penting. Masyarakat disarankan mengenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta mencari tempat teduh ketika sinar matahari berada pada intensitas tertinggi, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 14.00. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan radiasi UV secara langsung.

Tidak kalah penting, menjaga hidrasi tubuh juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Saat cuaca panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Kekurangan cairan dapat membuat kulit tampak kusam dan terasa kering. Karena itu, mencukupi kebutuhan air putih setiap hari menjadi bagian dari perawatan kulit yang sering kali diabaikan.

Penelitian mengenai fungsi skin barrier juga menunjukkan bahwa kelembapan kulit yang terjaga berperan penting dalam mempertahankan kemampuan kulit melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan, termasuk paparan panas dan polusi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan hidrasi kulit tidak kalah penting dibandingkan penggunaan berbagai produk perawatan wajah.

Dengan kondisi cuaca yang semakin panas dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat diimbau lebih bijak memilih produk skincare dan tidak sekadar mengikuti tren di media sosial. Rutinitas yang sederhana, konsisten, serta disesuaikan dengan jenis kulit akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan banyak produk sekaligus. Perawatan wajah yang tepat bukan ditentukan oleh banyaknya skincare yang dipakai, melainkan oleh kecocokan produk dan perlindungan kulit dari paparan panas serta sinar matahari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....