Mengolah Makanan dengan Benar, Langkah Efektif Kurangi Risiko Kanker
- 27 Jun 2026 15:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Mengolah makanan dengan benar secara signifikan menekan risiko kanker. Langkah utamanya meliputi: terapkan metode memasak sehat seperti mengukus atau merebus, hindari memasak dengan suhu terlalu tinggi hingga gosong untuk mencegah karsinogen, batasi daging olahan, rendam daging sebelum dipanggang, serta hindari memanaskan ulang sayuran tertentu.
Berikut adalah panduan ringkas dan efektif dalam mengolah makanan sehari-hari untuk Anda:
1. Pilih Teknik Memasak yang Aman
- Kukus dan Rebus: Metode ini adalah yang paling dianjurkan karena tidak membutuhkan minyak berlebih dan menjaga nutrisi makanan agar tidak rusak.
- Tumis Cepat: Gunakan sedikit minyak sehat dan api sedang-cenderung kecil agar bahan makanan tidak gosong atau menghasilkan zat pemicu kanker.
- Hindari Menggoreng Terlalu Kering: Hindari penggunaan minyak jelantah berulang kali karena bersifat karsinogenik.
2. Perhatikan Cara Mengolah Daging
- Jangan Membakar hingga Gosong: Bagian hitam atau gosong pada sate, daging panggang, atau ikan bakar mengandung zat Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang memicu kanker.
- Marinasi Terlebih Dahulu: Rendam daging dalam bumbu (seperti air jeruk nipis, bawang putih, atau rempah) minimal 30–40 menit sebelum dipanggang untuk membentuk lapisan pelindung yang mengurangi risiko karsinogen hingga 90%.
- Pra-masak (Microwave): Panaskan daging sebentar di dalam microwave sebelum memanggangnya untuk mengurangi waktu paparan panas tinggi di atas panggangan.
3. Kebijakan Mengolah Sayur dan Bumbu
- Brokoli dan Keluarga Cruciferous: Kukus brokoli, kubis, atau kale maksimal 5 menit agar senyawa anti-kanker (sulforaphane) tetap aktif dan mudah diserap tubuh.
- Bawang Putih: Cincang atau hancurkan bawang putih dan diamkan selama 10 menit sebelum dimasak agar enzim alisin (zat anti-kanker) aktif secara optimal.
- Sayuran Pantang Dipanaskan: Jangan memanaskan ulang sayuran seperti bayam, kangkung, atau seledri agar nitrat di dalamnya tidak berubah menjadi nitrit yang bersifat toksik dan memicu kanker.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....