Ahli Gizi Ungkap Teknik Memasak Sehat untuk Menekan Risiko Penyakit Jantung
- 26 Jun 2026 15:54 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Teknik memasak sehat untuk menekan risiko penyakit jantung berfokus pada meminimalkan lemak jenuh, mengurangi asupan garam, dan mencegah pembentukan zat beracun. Ahli gizi menyarankan untuk beralih dari metode menggoreng (deep frying) ke teknik memasak yang lebih bersih guna menjaga kesehatan kardiovaskular secara optimal.
Berikut adalah rangkuman teknik memasak dan panduan praktis yang diungkapkan oleh para ahli gizi:
1. Teknik Memasak Utama
- Mengukus (Steaming): Metode paling direkomendasikan karena mematangkan makanan menggunakan uap air tanpa tambahan minyak sama sekali. Cara ini menjaga vitamin yang larut dalam air (seperti vitamin B dan C) tetap utuh.
- Merebus (Boiling & Poaching): Memasak dengan air mendidih atau kaldu alami. Pastikan tidak menggunakan terlalu banyak air dan durasi tidak terlalu lama agar nutrisi sayuran tidak larut terbuang.
- Menumis (Sautéing): Menggunakan wajan anti-lengket dengan sedikit cairan seperti air, kaldu, atau minyak sehat. Durasi yang singkat membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (seperti vitamin A, D, E, K).
- Memanggang (Baking / Roasting): Memasak di dalam oven dengan sirkulasi panas kering tanpa tambahan minyak berlebih.
- Menggunakan Air Fryer: Alternatif menggoreng tanpa minyak atau hanya menggunakan semprotan minyak tipis.
2. Modifikasi Bahan dan Lemak
- Ganti Lemak Jahat: Hindari penggunaan mentega, margarin, minyak sawit, atau minyak kelapa. Ganti dengan minyak tinggi lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, seperti minyak zaitun (olive oil), minyak kanola, atau minyak alpukat.
- Kontrol Suhu Minyak: Jika menumis, jaga suhu wajan di kisaran 150 hingga 200 derajat Celsius. Suhu yang terlalu panas atau penggunaan minyak yang dipanaskan berulang kali dapat memicu peradangan serta membentuk zat karsinogenik pemicu penyakit jantung dan kanker.
3. Pengolahan Protein & Bumbu
- Batasi Makanan Terlalu Gosong atau Asap: Membakar daging (grilling / BBQ) langsung di atas bara api dalam waktu lama berisiko membentuk zat beracun neo-formed contaminants (NFCs) dan karsinogen. Lakukan marinasi dan rebus/pre-cook sebentar daging sebelum dipanggang agar tidak terlalu lama terkena suhu ekstrem. Buang bagian yang gosong.
- Kurangi Garam Tersembunyi: Batasi asupan natrium harian (maksimal 1 sendok teh garam per hari). Ganti atau maksimalkan penggunaan bumbu rempah alami, bawang putih, dan herba untuk memperkaya cita rasa masakan.
- Pilih Protein Tanpa Lemak: Utamakan sumber protein rendah lemak jenuh seperti ikan (kaya omega-3), dada ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....