Jangan Abaikan Bahu yang Tidak Sejajar, Bisa Jadi Tanda Skoliosis!
- 15 Jun 2026 10:48 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh: Bahu yang tampak tidak sejajar sering kali dianggap sebagai hal biasa atau hanya masalah postur tubuh. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda awal skoliosis, kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf "S" atau "C". Skoliosis umumnya muncul pada masa pertumbuhan, terutama saat anak memasuki usia remaja. Sayangnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika kelengkungan tulang belakang sudah cukup parah. Hal ini terjadi karena skoliosis pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit maupun keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain bahu yang tidak sejajar, salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol, pinggul yang tidak simetris, hingga tubuh yang terlihat sedikit miring saat berdiri. Kondisi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan sederhana di rumah maupun saat pemeriksaan kesehatan di sekolah. Menurut tenaga kesehatan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Semakin cepat skoliosis ditemukan, semakin besar peluang penanganan yang efektif tanpa tindakan yang lebih invasif. Pada kasus ringan, dokter biasanya akan melakukan pemantauan berkala untuk melihat perkembangan kelengkungan tulang belakang.
Sementara pada kasus yang lebih berat, penggunaan penyangga khusus (brace) atau tindakan operasi mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di kemudian hari. Selain memengaruhi penampilan fisik, skoliosis yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri punggung kronis, gangguan keseimbangan tubuh, hingga masalah pernapasan apabila kelengkungan tulang belakang semakin parah. Karena itu, orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan perubahan postur tubuh anak selama masa pertumbuhan.
Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu memastikan kesehatan tulang belakang tetap terjaga. Skoliosis bukanlah kondisi yang harus ditakuti, namun perlu dikenali sejak dini. Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....